Pengajian Sang Pencerah: The Power Of Tauhid

0
339
Lugas: Kyai Najih Iksan ( diatas podium) mengulas makna Tauhid dihadapan jamaah yang hadir diperguruan kapasan ahad pagi ini (26/8). (Foto: Habibie)

KLIKMU.CO-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya mengadakan pengajian rutin Ahad Pagi Sang Pencerah di Aula Perguruan Muhammadiyah Jl Kapasan 73-75 Surabaya, Ahad (26/8).

Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan ini Ustadz Drs H. Nadjih Ihsan (Pimpinan Majelis Tabligh Wilayah Jawa Timur) dengan tema “Nilai Tauhid dalam perjuangan dan mengisi kemerdekaan Indonesia”

Drs Nadjih Ihsan, menyampaikan, Tauhid bukan hanya percaya adanya Allah SWT, namun tauhid adalah meyakini Allah SWT sebagai Tuhan satu – satu nya. “Tauhid mengandung keyakinan yang benar siapa Allah SWT yang kita percayai itu, dan bagaimana kita bersikap kepadaNya, serta kepada benda – benda selain Allah SWT. Tauhid bersumber dari dua kalimah syahadah, bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Allah SWT dan Muhammad adalah utusan Alloh SWT. Dua kalimah syahadah tersebut secara prinsip maknanya tidak sama dengan, Allah SWT tidak sama dengan Nabi Muhammad SAW.” paparnya.

Ustadz Nadjih-sapaan akrabnya-menyatakan bahwa sesungguhnya ke-Tuhanan adalah hak Allah SWT semata-mata (Tauhid). Ber-Tuhan dan ber-ibadah serta tunduk dan taat kepada Allah SWT adalah satu-satunya ketentuan yang wajib atas tiap-tiap makhluk terutama manusia. “Setiap warga Muhammadiyah wajib menjadikan iman dan Tauhid sebagai sumber seluruh kegiatan hidup, tidak boleh mengingkari keimanan berdasarkan Tauhid itu, dan tetap menjahui serta menolak syirik, tahayyul, bid’ah, dan khurofat yang menodai iman dan Tauhid kepada Allah SWT.” ujarnya.

Menurutnya, Tauhid dalam pergerakan kemerdekaan bisa dipelajari dari beberapa sejarah berikut ini

Pertama, Perang Padri tahun 1803-1838, pada hakekatnya bermula dari konflik kaum pembaharuan dengan kaum adat Atau permusuhan antara Tauhid dengan syirik.

Kedua,  Perang Diponegoro tahun 1825- 1830, juga merupakan reaksi terhadap kesewenang wenangan Belanda mau menggusur kuburan leluhur Diponegoro, yang akan di bangun rel kereta api. Ini juga menunjukan tergoresnya nilai riligius keagamaan yang bisa juga di sebut Tauhid.

Ketiga,  Berdirinya berbagai organisasi Islam. Muhammadiyah tahun 1912, al-Irsyad tahu 1914 dan Persis tahu 1923, juga perwujudan Tauhid dalam melawan penjajahan Belandan dalam gerakan keagamaan.

Keempat, Pidato bung Tomo dan bung Karno, juga melambangkan jiwa Tauhid, sebagai wujud pernyataan, inna sholati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabiil alamin.

Kelima, Dalam pembukaan UUD 45, Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan di dorongkan oleh keinginan, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Keenam, Ketuhanan Yang Maha Esa, yang merupakan pengganti dari 7 kata yang di hapus dalam rumusan piagam jakarta 22 Juni 1945. Menurut Ki Bagus Hadikusumo, Ketuhanan Yang Maha Esa itu Tauhid.” katanya.

Masih kata dia, Tauhid dalam mengisi kemerdekaan adalah Tauhid itu memberi makna keberkahan terhadap sesuatu benda dan barang menurut syariat. Air mengandung berkah, al-Quran mengandung berkah, pengajian, seminar, diskusi juga ada berkahnya.

“Tauhid itu mencintai Allah SWT dan Rasul nya. Jangan mencintai benda dan barang sama dengan mencintai Allah SWT. Jangan mencintai keluarga, jabatan, uang dan harta melebihi cinta kepada Allah SWT. Dengan demikian, carilah harta, uang, jabatan dengan cara yang halal. Jauhkan diri kita dari syirik dalam bercinta.”

Tauhid itu punya rasa takut kepada Allah SWT yang mendalam. Takut yang alami terhadap sesuatu, tidak mengurangi iman dan Tauhid. Takut yang berakibat tidak menjalankan kewajiban, mengurangi kesempurnaan iman. Takut ditimpa bahaya, kesulitan. Percaya Kepada selain Allah SWT, mengurangi kesempurnaan Tauhid.”

Tauhid itu menerima kebenaran dari siapapun orang nya. Kebenaran mutlak adalah Allah SWT dan Rasul Nya, kebenaran manusia adalah relatif. Kebenaran bisa datang dari siapa saja, walaupun orang itu dipandang sebelah mata. Tauhid Itu meyakini kebenaran adanya surga dan neraka. Dan Allah SWT akan memasukkan orang muslim kedalam surga berdasarkan amal dan Tauhid yang murni. Tauhid itu membebaskan diri dari belenggu Tuhan banyak. Membebaskan diri dari budaya dan tradisi yang berlawan dengan syariat. Membebaskan diri dari memutlakkan pendapat seseorang.” tukasnya. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here