Pengamat Indostrategi:Blunder Politik di Kubu Prabowo, Pasca Ratna Sarumpet Ngaku Bohong

0
305

KLIKMU.CO – Pengamat Politik Indostrategi Arif Nurul Iman menyatakan kubu Prabowo blunder dalam merespons terkait Ratna Sarumpet. Sebagai politisi senior mestinya tidak reaktif terhadap kejadian adanya dugaan penganiayaan salah satu juru kampanye nasional pasangan Prabowo-Sandi.

Sebelum Ratna Sarumpet angkat bicara di depan publik atas simpang siur pemberitaan, Prabowo bersama tim pemenangannya mengadakan jumpa pers di jalan Kertanegara, Jakarta. Calon Presiden nomor urut 02 itu mengaku bersama Amien Rais dan Fadli Zon menemui Ratna Sarumpet.

Arif menilai, situasi ini menjadi keuntungan politik Jokowi-Makruf Amin, sebab polemik tersebut akan menurunkan kredibilitas Prabowo di mata publik.

“Inilah blunder politik yang diakibatkan perilaku kebohongan yang dilakukan seseorang,” kata Arif apalagi mengundang perdebatan publik.

Ratna Sarumpet sendiri dalam jumpa persnya mengaku berbohong soal penganiayaan yang dialaminya. Dia ke dokter bedah plastik pada 21 September 2018 untuk menjalani sedot lemak. Tetapi, tatkala ditanya oleh anaknya, dia mengaku dianiaya. Pada akhirnya, bergulir sampai ke capres Prabowo Subianto hingga mengadakan jumpa pers yang intinya, capres nomor urut 02 ini meminta aparat polisi segera mengusut kasus itu.

Terkait dengan apakah ada motif politik atau persekongkolan oleh Ratna Sarumpet? Arif menjelaskan, untuk motif harus dilihat apa yang melatar belakangi. Akan tetapi, dengan melihat latar belakang Ratna sebagai aktivis, publik akan menilai bisa jadi hal itu ada motif kepentingan politik.

Oleh karena itu, imbuh Arif kasus ini harus menjadi pelajaran penting bagi para politisi agar selalu melakukan verifikasi terhadap aduan-aduan dari pihak manapun.

“Teliti, kroscek kebenarannya, saring dahulu sebelum melakukan sesuatu. Jangan sampai termakan sumber berita hoax,” ungkap Arif.

Sementara itu, H. Arif An, SH Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya mengatakan, apa yang dilakukan Ratna Sarumpet itu mencederai rakyat dengan perilaku bohongnya.

“Saya pribadi melihat pak Prabowo Subianto tulus membela yang tertindas, apalagi kaum perempuan yang sudah uzur usianya mengaku digebukin tiga orang, ” papar Arif An meski pada akhirnya capres Prabowo menjadi korban. (abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here