Pengurus Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran Rapatkan Barisan

0
370
M. Rofiq Munawi memberikan arahan kepada karyawan PAM Kenjeran Surabaya. (Habibie/Klikmu.co)

[09:42, 3/4/2021] Habibie Klikmu: M Rofiq Munawi memberi pengarahan kepada Karyawan PAM Kenjeran Surabaya di PAM Kenjeran Kota Surabaya (Habibie/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Sebagai panti asuhan Muhammadiyah yang sudah besar, mari kita tingkatkan lagi untuk terus bersinergi, berkolaborasi bagaimana ke depan Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran, Surabaya, ini memiliki penghasilan Rp 1 miliar setiap bulan.”

Demikian disampaikan Ketua Majelis Pelayanan Sosial (MPS) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran Surabaya Habibullah Al Irsyad MPdI dalam Rapat Pleno dan Silaturrahmi Karyawan Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran Kota Surabaya di ruang lt 1 Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran, Jalan Tambak Wedi Baru No 77, Kenjeran, Surabaya, Selasa (2/3/2021).

“Alhamdulillah, malam hari ini kita bisa hadir di tempat yang penuh berkah ini dalam kondisi sehat semua. Sehat semua ya, Bapak/Ibu,” tanya dia kepada para karyawan. “Sehat,” jawab seluruh karyawan.

Habibie menambahkan, malam itu mereka berkumpul bersama agar bisa saling mengenal antara pengurus MPS dan seluruh karyawan. “Dengan begitu, bisa bersinergi membangun Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran yang kita cintai ini menjadi lebih maju,” terangnya.

Sementara itu, Ketua PCM Kenjeran Ustadz M Rofiq Munawi MPdI menyampaikan, kita semua harus mampu bahu-membahu untuk mewujudkan sinergi bersama. Bagaimana kita membangun kebersamaan dan lebih bagus ke depannya.

“Yang seperti ini kita perlu latihan juga. Terkadang ada malasnya, kita kerja di sini sedikit beda. Ada sosialnya, ada perjuangannya, termasuk mencari uang tidak salah karena untuk keluarga, kita kerja keras, bagaimana kita bisa meramut dengan baik, apalagi di masa pandemi ini,” paparnya.

“Ada usaha apa saja kalau kondisi sulit susah juga untuk gajian, hanya digaji cukup pokoknya. Di sekolah juga seperti itu,” katanya.

Dia menambahkan, karena situasi pandemi, untuk perjalanan ekonomi, kita harus punya etos kerja tinggi supaya gaji tidak dikurangi. Juga, saling sinergi dan saling menopang. “Kalau itu tidak dilakukan, sulit untuk menuju panti sehat,” tutur guru kaligrafi itu.

Menurutnya, karyawan wajib bersinergi dan menjaga nama baik. “Kalau masyarakat kita sudah tidak percaya kita, bisa saja panti kita tutup. Maka, ketika ada masalah teman kita, misalnya bannya bocor, kita harus membantu. Ialah dari kita untuk kita, harus saling menopang di antara kita, dalam rangka menjaga nama baik,” tegasnya.

“Kalau kerja bagus, kalau penghasilan bagus, semuanya akan bagus. Kemudian semua bisnis kita dievaluasi, usaha apa yang masih bisa kita lakukan, sehingga tahu apa butuh penyegaran dalam usaha. Karena panti ini sudah digagas menjadi panti pesantren, maka harus ada beberapa anak yang memiliki skill lebih daripada anak kampung,” jelas dia.

Sekretaris PCM Kenjeran Surabaya Ustadz Ali Fauzi menambahkan, dalam persyarikatan Muhammadiyah ada tiga komponen, yakni pemilik, penyelenggara, dan pengelola. “Pemilik adalah persyarikatan Muhammadiyah, penyelenggara adalah MPS, dan pengelola adalah kepala Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran. Maka, semuanya saling bersinergi dan menjadi satu kesatuan dalam pengembangan amal usaha sesuai tupoksi masing-masing,” katanya.

“PCM sebagai pemilik mengembangkan untuk memajukan amal usaha Muhammadiyah, kita tegaskan bahwa keinginan kita kedepan lebih baik, tidak ada niatan dari kita untuk menghancurkan maka harus saling memahami dan menjaganya,” tambah kepala SMP Muhammadiyah 16 Semampir Surabaya itu.

Sementara itu, Bendahara PCM Kenjeran Ustadz Muslimin menekankan pentingnya sentralisasi keuangan. “Tidak usah ragu-ragu tentang sentral keuangan. Semua keuangan itu masuk di bendahara cabang,” katanya. (Habibie/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here