Pentaskan ‘Omah,’ Teater Alif SMAMDA Pukau Warga Surabaya

0
313
Pena ke-13: Pementasan Teater Alif bertajuk 'Omah' di Balai Pemuda Surabaya. (Foto: Rimba)

KLIKMU.CO – Teater Alif SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (SMAMDA) merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang paling produktif di Indonesia. Hal ini terbukti dari karya berupa ratusan naskah dan pementasan yang pernah digelar. Termasuk, pementasan terkini di Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (21/4) malam.

Pentas Arena (Pena) ke-13 Teater Alif bertajuk ‘Omah’ itu digelar dalam rangka merayakan Milad Teater Alif ke-31 sekaligus memperingati Hari Kartini yang dipersembahkan untuk seluruh warga Kota Surabaya.

Naskah yang ditulis dan disutradarai sendiri oleh Hafshoh Mubarak salah satu siswa pegiat kelompok teater itu mengangkat sebuah kisah cinta Marni dan Priyo dengan latar belakang sejarah perjuangan seorang wanita yang membuat dapur umun di rumahnya untuk keperluan perang.

“Dikisahkan, Marni adalah sosok perempuan muda yang rela meninggalkan rumahnya untuk menyusul Priyo kekasihnya yang bekerja untuk Belanda. Marni menumpang hidup di rumah Bu Dar Mortir sekaligus dapur umum untuk tentara Indonesia,” ujar Hafshoh.

Mengetahui Marni bekerja di rumah Bu Dar Mortir yang merupakan penyokong para pejuang kemerdekaan, Priyo meminta Marni untuk mencampur racun dalam makanan untuk pasukan Indonesia.

“Sebenarnya Marni mencintai Priyo apa adanya. Tapi, Priyo yang berkeinginan hidup lebih layak tega mengkhianati bangsanya. Marni harus memilih, cinta Priyo atau tanah airnya,” imbuhnya.

Sebuah pementasan yang epik dan alur cerita yang menarik itu dipentaskan oleh siswa-siswi SMAMDA dan sejumlah alumni. Untuk memberikan kesan dramatikal, tata panggung didukung lighting berkelas dan efek suara yang dihasilkan secara live oleh grup Orkestra Sekolah Islam Favorit tersebut.

“Pementasan Teater Alif ini menunjukkan banyak hal kepada warga Surabaya bahwa seni pementasan, drama, dan lainnya masih menjadi ekstra favorit remaja zaman now untuk berkarya,” kesan Mashita salah satu guru SMAMDA yang menonton awal hingga akhir pertunjukan itu.

Hal itu, lanjut Mashita, yang membuat SMAMDA Surabaya berbeda dari sekolah lainnya.

“Kegiatan ekstrakurikuler sekolah yang tidak sedikit dan unik seperti Teater Alif maupun Orchestra berkomitmen untuk terus berkarya, menggali potensi siswa sekaligus mewarnai industri seni panggung di Indonesia,” pungkasnya. (Rimba)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here