Penting Gak Penting #14: Nek & Mump, Manajemen Dakwah Jaman Now

0
89
Foto aktivis Muhammadiyah Surabaya sedang minum stmj plus rapat diambil dari dokumen pribadi denpeyi

KLIKMU.CO

Oleh: Cak Farhan*

“Bapak-bapak, mumpung pada ngumpul, saya pingin ngobrol aja, kenapa kalo di undang rapat gak ada yang datang ?” tanya Pak Han pada sekumpulan Bapak-bapak yang sedang duduk-duduk di serambi masjid.

“maaf, saya kemarin lembur, jadi gak bisa datang”, kata Pak Nan.

“saya kemarin pas luar kota”, kata Cak Ji.

“kulo jemput istri”, kata Pak Ri.

“aku ngeterno anak Les”, kata Cak Kan.

“nek sampean Pak, opo’o gak teko kan gak ada acara”, tanya Pak Han pada Pak Ran.

“saya lihat dari depan
ruang rapat koq sepi gak ada motor parkir blas, saya pikir rapatnya gak jadi”, kata Pak Ran.

“motor parkir disamping, terus sampean kemana ?”, tanya Pak Han.

“bablas ambil servisan hape”, jawab Pak Dan

“nek ngene iki kapan bisanya ngumpul & rapat ?”, tanya Pak Han dengan nada tinggi.

“nek pas ada waktu luang”, kata bapak-bapak semuanya berbarengan.

“wah jawabnya kompak”, kata Pak Han.

“ya udah sekarang aja kita rapat mumpung pada ngumpul di serambi masjid”, kata Cak Ji.

“nek ngobrol gak apa-apa di serambi sini, kalo rapat ya harus di ruang rapat, kalo disini gak bisa fokus, bising war wer suara mobil motor”, kata Pak Han.

“sekarang aja mumpung ngumpul, kalo ditunda lagi nek gak sempat ya gak jadi lagi”, kata Cak Man

“ini namanya manajemen “Nek & Mum”, makanya gak maju-maju”, kata Pak Han.

“Neck iku artinya Leher, Mum itu mumy, manajemen Leher Mumi, opo maksude Pak”, tanya Cak Ji

“Nek itu Nek sempat, Nek wes gak repot, Nek Wes gak ono acara liane, ngko Nek wes pensiun”, jelas Pak Han

“Mum itu Mumpung ada waktu, Mumpung gak ada kerjaan, Mumpung gak lembur”, kata Pak Han.

“Rasulullah dan para sahabatnya itu selalu ada waktu, selalu menyediakan waktu, selalu menyempatkan waktu untuk urusan agama Allah, untuk fisabilillah”, jelas Pak Han

“ya jelas, lha wong jaman itu gak ada televisi ga ada warkop”, kata Cak Ji

“Rasulullah itu selalu membagi waktunya dalam sehari menjadi tiga, sepertiga untuk ibadah, sepertiga untuk aktifitas berinteraksi dengan umatnya masyarakatnya, sepertiga untuk keluarga”, jelas Pak Han.

“Lha kerjanya kapan”, tanya Cak Ji

“Rasulullah itu kan tugasnya berdakwah, itu waktu kerjanya Rasulullah, kalo para sahabatnya ada yang berdagang, berkebun kurma, ya disela-sela waktu yang sepertiga ini oleh para sahabatnya untuk melaksanakan tugas dakwah”, jelas Pak Han

“jadi selalu ada waktu, selalu menyediakan waktu untuk urusan dakwah dan fisabilillah”, jelas Pak Han.

“manajemen waktunya ya harus menyempatkan bukan Nek sempat atau Mumpung sempat”, tambah Pak Han

“kepada semua manusia, Allah memberikan modal waktu yang sama dalam sehari, 24 jam, dan waktu ini amanah yang kelak di yaumul akhir akan dimintai pertanggung jawaban kepada setiap orang tanpa kecuali”, kata Pak Han

“siap”, kata bapak-bapak kompak.

“Ojo siap thok, datang kalau diundang rapat”, kata Pak Han menutup pembicaraan.

*Aktivis Muhammadiyah tinggal di Ngagel Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here