Penting Gak Penting #6: Kultum tanpa Simtum, Jaka Sembung

0
447
Foto Film Jaka Sembung diambil dari Twitter

KLIKMU.CO

Oleh: Cak Farhan*

“Ceramah koq gak sesuai kenyataan”, gerutu Pak Bagong di serambi sebuah masjid.

“Itu tadi bukan ceramah Pak Bagong, iku Kultum, Kuliah Tujuh Menit”, sahut Cak Su yang duduk di sebelahnya.

“Tujuh menit apane, itu tadi lebih dari lima belas menit. Top markotop pokok’e nek kon kultum”, kata Pak Bagong kesal.

“Sampean koq sewot, yang penting kan isine kultum apik, dakwah yo ngomongnya harus seperti itu”, balas Cak Su.

“Dakwah koq Joko Sembung, gak nyambung blas, yang dikatakan tidak sesuai kenyataan kondisi jaman now”, kata Pak Bagong kesal.

“kata Ustad Suko, dakwah itu gak hanya ngomong, tapi juga nguping, gak hanya berbicara tapi juga mendengar, malah harusnya dengar dulu baru bicara, bukan kesana kemari hanya bicara dan bicara tanpa pernah mau mendengar dan melihat kondisi terkini”, tutur Pak Bagong mengutip perkataan ustad.

“Wes wayahe, gak hanya bisa kultum, tapi juga membiasakan ‘Simtum’, Simak Tujuh Menit. Ayat pertama kan iqro’, bacalah, perintah membaca, mencari tahu. Cari tahu itu bisa pakai indra penglihatan, pendengaran juga perasaan atau hati”, tambah Pak Bagong

“koyok’e wes wayahe sampean dadi ustad”, potong Cak Su.

“Semprul iku, mangkane Cak Su, nek wayahe ceramah melek ojo turu”, balas Pak Bagong sewot.

“Lha wong yang ceramah kultum gak melek jaman now, awak dhewe yo melu gak melek”, jawab Cak Su tidak mau kalah.

*Aktivis Muhammadiyah tinggal di Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here