Penting Gak Penting #8: Bagai Ayam Mati Di Lumbung

0
526
Foto Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jajartunggal Kota Surabaya diambil dari dokumen pribadi daniar wp

KLIKMU.CO

Oleh: Cak Farhan*

“Ranting iki kari wong telu wes podho tuwo, nek saiki sing nom gak muncul, sepuluh tahun maneh ntek, Ranting gak nduwe wong”, keluh seorang pengurus Ranting Muhammadiyah dalam suatu obrolan dengan sesama pengurus lain.
“Lha iyo, ranting kita ini kan dekat dengan sekolah Muhammadiyah, yang jumlah siswanya ratusan, beberapa diantaranya tinggal di wilayah ranting kita, tapi koq gak ada satu pun yang nongol di kegiatan ranting”, imbuh ketua ranting menanggapi keluhan rekannya sesama pengurus.
Mendengar pembicaraan tersebut, salah seorang jamaah sepuh spontan menyela pembicaraan,”Dari dulu juga seperti ini, sekolahnya tambah rame, rantingnya tambah sepi, padahal kalo rantingnya sepi gak ada yang ngurusi ya bakal mati, kalo rantingnya mati, cabangnya bubar, meski sekolahnya tambah berkibar. Seperti kata pepatah, Muhammadiyah bagai ayam mati di lumbung”.

Yo ancen wes wayahe, semua elemen persyarikatan melu ‘cacut taliwondo’ ngorbitno kader, terutama untuk kelangsungan ranting jaman now yang miskin kader calon penerus.

*Aktivis Muhammadiyah tinggal di surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here