Penting Gak Penting #9: Pengajian Berjamaah, Rawatib Munfarid

0
185
Foto jamaah Pimpinan Ranting Muhammadiyah Jajartunggal berpose bersama relawan asal Rumania mrs.georgia (kerudung coklat) sesaat setelah penyembelihan hewan qurban diambil dari dokumen pribadi Puguh

KLIKMU.CO

Oleh: Cak Farhan*

 

“Alhamdulillah, masjid kita ini selalu penuh setiap kali kegiatan pengajian…”
kutipan sambutan pimpinan sebuah ormas Islam, dalam suatu forum pengajian rutin yang diselenggarakan di sebuah amal usaha masjid di wilayahnya.

Pemandangan masjid yang dipenuhi jamaah sampai emperan masjid, selalu terlihat setiap kali digelar pengajian rutin bulanan.

Pemandangan kontras berbeda terlihat setiap kali tiba waktunya sholat rawatib. Jamaah yang hadir hanya satu atau dua shaf saja, itupun sebagian besar yang hadir adalah warga sekitar masjid.

Imam dan muadzin dipasrahkan pada marbot yang sudah sepuh. Ketika marbot sepuh ada keperluan hingga berhalangan sebagai muadzin juga imam, para jamaah yang hadir bergantian mengisi kekosongan muadzin juga imam.

Kondisi demikian terus berlangsung, hingga tanpa disadari ketika tiba waktunya penyelenggaraan pengajian rutin, ormas tersebut tidak bisa lagi sesuka hati menentukan jadwal waktu pelaksanaan pengajian, karena harus berkompromi dengan jadwal kegiatan jamaah masjid yang sudah tidak sepenuhnya dalam pengendalian ormas yang mendirikan masjid tersebut.

Puncaknya ketika bulan berikutnya pengajian rutin bulanan yang awalnya selalu penuh tidak bisa lagi diselenggarakan di masjid tersebut, karena sudah berdiri yayasan masjid yang mengatur seluruh aspek pengelolaan operasional masjid.

Ormas yang semula mendirikan masjid hanya pasrah, ketika tidak satu pun pengurus ormas masuk dalam yayasan masjid.

Setelah dilakukan evaluasi, akhirnya pengurus ormas menyadari bahwa penting untuk selalu hadir di Kegiatan Pengajian Rutin, namun jauh lebih penting, bahkan wajib selalu hadir dalam sholat rawatib berjamaah di masjid.

Wes wayahe, wajib hadir sholat rawatib berjamaah dimasjid, kalo perlu dibuatkan undangan ‘wajib hadir’ seperti yang tertulis dalam undangan pengajian rutin.

*Aktivis Muhammadiyah tinggal di Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here