Penting Gak Penting #Perdana: Wayahe Dakwah Angkringan

0
186
Foto aneka jajanan khas angkringan diambil dari kulineronline.com

KLIKMU.CO

Oleh: Cak Farhan*

“Ini ada undangan rapat, datang ya!” kata Pak Bagong sambil menyerahkan selembar undangan.

Waduh undangan rapat lagi. Waktunya mesti jam 8 malam, di kantor sekretariat, gerutu Pak Jo dalam hati.

“nrimo undangan rapat kok gak happy?”, tanya Pak Bagong.

“Lha iyo, undangan jam 8 malam, jam 8 malam baru datang satu persatu, jam 9 baru mulai rapat, itu pun yang datang cuma beberapa saja, jam 11 kadang sampai jam 12 baru selesai, udah gitu rapatnya di kantor sekretariat. Awak iki seharian mulai pagi sampai sore wes ngantor, malam diundang ngantor lagi. Udah capek, ngantuk, jenuh”, keluh Pak Jo.

“rapat yo di kantor Pak, mosok di angkringan ?”, sela Pak Bagong.

” Lha, sekali-sekali bikin acara di angkringan kan mantap, biar seger, karo ngopi, he…he…he…”, jawab Pak Jo bersemangat.

“Lha kemarin sabtu, Pak Mahsun ngundang pesta rajungan di angkringan jembatan suroboyo sampean gak datang ?”, tanya Pak Bagong.

“saya datang paling awal, malah waktu di angkringan itu, Pak Mahsun nyampaikan bahwa sekarang ini harus mulai memperbanyak dakwah kultural bukan hanya struktural, seperti di angkringan supaya tidak jumud dikantoran, supaya muncul inovasi-inovasi, terobosan-terobosan dakwah”, jelas Pak Jo.

“Iyo Pak Jo, ancen Wes Wayahe dakwah model angkringan, ben gak kantoran ae, aku yo bosen ben rapat dadi tukang gawekno kopi, sekali-sekali aku yo pingin di ajak ngopi he…he…he…”, kata Pak Bagong menutup pembicaraan.

*Aktivis Muhammadiyah tinggal di Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here