Pentingnya Pendidikan Penanggulangan dan Darurat Bencana, SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya Bekali Pengetahuan Pada Peserta Didiknya

0
73
Arifin Nursandah, ST. M.T Pakar Rumah Tahan Gempa memberi penjelasan kepada peserta didik SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

KLIKMU.CO – Akhir-akhir ini, bermacam jenis bencana singgah di Tanah Air. Termasuk Kota Surabaya yang baru-baru ini terjadi gempa bumi, meski dalam skala kecil. Karena Indonesia bagian dari kepulauan yang secara geografis terletak di antara tiga lempeng besar (Eurasia, Indoaustralia, dan Pasifik), negeri ini rentan akan bencana alam. Maka pendidikan sejak dini penanggulangan dan darurat bencana penting dikenalkan pada peserta didik.

Arifin Nursandah, ST.,MT Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surabaya mengungkapkan hal tersebut dihadapan ratusan peserta didik dalam General Study Rumah Tahan Gempa di Gedung The Millenium Building lantai 4 Auditorium Dien Syamsuddin SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya.

Agenda bertajuk ‘Belajar Teknologi Rumah Tahan Gempa’ dilaksanakan Sekolah Ramah Anak itu, pada Senin (15/10).

Arifin menjelaskan seraya memberi pengetahuan pada peserta didik bagaimana upaya menyelamatkan diri ketika terjadi peristiwa gempa bumi. Misalnya, mencari tempat yang aman, yakni di tanah lapang.

Selain itu, dia memaparkan bagaimana mendesain rumah dari atapnya sampai pondasi rumah agar tahan gempa. Selama ini, lanjut Arifin masyarakat lupa jika membangun sebuah rumah tanpa memperhatikan kontruksinya secara detail.

“Biasanya langsung bangun rumah, kadang lupa memperhatikan termasuk slup dan material sesuai standart resmi,” ujarnya.

Rumah yang tahan gempa seperti apa? Dia menjelaskan rumah yang tahan gempa ialah rumah yang jika terjadi gempa ia akan mengalami persimpangan, goyang. Rumah yang demikian itu relatif tahan daripada ketika gempa berlangsung, rumah tanpa goyang. Biasanya langsung ambruk ke kanan atau ke kiri.

“Harapannya terjadi gempa orang yang ada di dalam rumah dapat melakukan evakuasi dan menyelamatkan diri keluar rumah,” katanya.

Ideal rumah tahan gempa menurut Arifin ialah dalam pembangunan rumah mengikuti sesuai standart. Bahwa di Indonesia ada standarisasi dalam pembuatan rumah. Selama itu ditaati, kemungkinan rumah akan relatif tahan daripada yang tidak.

Sementara itu, M. Shaikhul Islam, S.HI.,M.HI. mengatakan bahwa pendidikan ini penting menjadi wacana bagi anak untuk diikutsertakan dalam semua perencanaan upaya antisipasi ketika terjadi gempa.

“Jika musibah sewaktu-waktu menimpa kita maka, anak-anak sudah mendapatkan pembekalan bagaiamana upaya menyelamatkan diri,” jelas ustadz ICOOL begitu anak didiknya memanggil.

Dengan demikian pihaknya mendatangkan pakar rumah tahan gempa itu dimaksudkan memberikan kesadaran tinggi kepada anak-anak agar tidak terjadi keoanikan berlebih. Melainkan upaya penyelamatan diri sesuai yang disarankan para pakar. Lebih lanjut, pakar tersebut memberikan arahan dan upaya bagaiamana meminimalisir resiko gempa yang ditimbukan dan nihil korban.

“Lihat saja masyarakat Jepang setiap minggu atau bulan terjadi gempa, karena adanya kesadaran dan pendidikan ini maka tingkat resiko yang ditimbulkan dapat diminimalisir,” jelas Pria juga Bendahara Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur itu.

Ustadz ICOOL mengungkapkan ke depannya Indonesia yang rawan akan bencana ini, termasuk Kota Surabaya maka penting anak-anak diberi bekal dan ilmu pengetahuan. Sebab, imbuh Ustadz ICOOL mereka (peserta didik) memiliki masa yang lebih panjang dan kelak generasi emas itulah yang akan melanjutkan bangsa ini. (Abd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here