Penyebab Anak Sukar Belajar Berikut Cara Mengatasinya Menurut Psikolog

0
371
Bunda Handoyo saat menyampaikan materi tentang penyebab anak sukar belajar dan cara mengatasinya. (Zuly/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Perhatian terhadap masalah kesukaran belajar pada anak meningkat sejak 10 tahun yang lalu, termasuk perhatian terhadap cara-cara mengatasinya. Dengan meningkatkan perhatian tersebut, segala usaha telah dilakukan untuk memerangi kesukaran dalam belajar ini, yaitu penekanan lebih besar terhadap program baru dalam pendidikan. Program baru yang dibentuk antara lain seperti remedial teaching, good progresive schools, sekolah khusus dan, lain sebagainya.”

Hal itu disampaikan oleh Ibu Hj Sri Hartini Handoyo SPsi MSi, psikolog dari Yayasan Psikologi Surabaya dalam acara “Pembagian Rapor Semester Ganjil serta Parenting” di MI Muhammadiyah 10 “Madrasah Penghafal Al Qur’an” Rejosopinggir, Tembelang, Jombang, Senin (23/12/2019).

Bunda Handoyo, panggilan akrabnya, menjelaskan ada beberapa sebab mengapa anak-anak sering mengalami kesukaran dalam belajar. Pertama, inteligensi anak memang rendah karena pembawaan sejak lahir (IQ kurang dari 85). Penanganannya sekolah di slow learner atau SLB (sekolah luar biasa).

“Yang kedua inteligensi anak tinggi di atas 120. Penanganannya dengan meloncat atau naik kelas sebelum waktunya atau sekolah anak berbakat,” jelasnya.

Ketiga, anak belum matang untuk mengikuti pelajaran di sekolah. Yakni, belum siap untuk kemampuan membaca, menulis, atau berhitung. “Penanganannya perlu persiapan kematangan fungsi-fungsi tertentu sehingga tidak menghambat proses belajar,” terangnya.

Sementara itu, keempat adalah hambatan dalam gangguan pendengaran atau penglihatan. Penanganannya memakai alat bantu sesuai bidang yang terganggu.

“Kelima, adanya gangguan fisik. Keenam, adanya kerusakan otak berupa trauma, radang, tumor, sehingga konsentrasi terganggu,” ujarnya.

Selanjutnya, yang ketujuh adalah pengaruh lingkungan (tidak disenangi guru atau teman). Penanganannya ialah menciptakan hubungan yang akrab meskipun secara perlahan. Lalu, kedelapan adanya persoalan dalam emosi atau tingkah laku dan penanganannya perlu bantuan psikolog atau psikiater yang akan menemukan penyebabnya.

“Terakhir, yang kesembilan adanya kesukaran dalam bidang membaca menulis atau berhitung, biasanya bersumber faktor organik. Sehingga perlu bantuan neurolog alias dokter yang menangani kelainan pada sistem saraf,” urainya.

Untuk mengurangi banyaknya anak yang mengalami kesukaran dalam belajar, kata Bunda Handoyo, diciptakan beberapa hal. Antara lain menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, merasa teman, guru, dan orang tua menyayanginya, menghindari situasi ketegangan dalam proses belajar, dan menghindari kelelahan fisik atau penyakit menahun agar gairah belajar tetap ada.

“Juga perlu persiapan kematangan fungsi-fungsi tertentu sehingga tidak menghambat proses belajarnya, mengurangi gangguan emosi dan tingkah laku, guru dan orang tua perlu memperhatikan tingkah laku inteligensi anak sehingga dapat memilih sekolah sesuai dengan kemampuan anak, serta guru hendaknya bersikap konsisten pada anak,” terangnya.

“Dengan pola pendidikan yang konsisten, anak akan terbiasa bertingkah laku seperti yang diharapkan,” tegasnya. (Zuly Ahsanul Bariyyah/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here