Perankan Guru di Masa Pandemi, Dosen UMM Sabet Gelar Aktor Terbaik

0
247
Salah satu akting Arfan Adhi Pradanadi film Bumi. (Tangkapan layar Ade/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Punya bakat akting yang mumpuni, Arfan Adhi Pradana, dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang juga malang melintang di dunia perfilman Kota Malang, baru saja meraih gelar Best Actor dalam Indodax  Short Film Festival 2020. Aktingnya yang natural dalam film berjudul Bumi karya Meraki Visual ini diganjar gelar sebagai Best Actor. Ia berperan sebagai Pak Ahmad, seorang guru yang memiliki murid bernama Bumi.

Bumi, seperti dikisahkan dalam film itu, adalah anak yang tidak bisa mengikuti sekolah daring karena tidak memiliki handphone. Kebijakan pascapandemi yang mengharuskan sekolah melalui platform online memang menjadi tantangan sendiri bagi semua lapisan masyarakat, tak terkecuali bagi Bumi, seorang anak petani di sebuah pelosok desa. Pak Ahmad, sebagai guru, pun akhirnya punya solusi dengan memberikan kelas privat untuk Bumi. Film pendek berdurasi empat menitan ini pun sukses merebut hati para juri bahkan meraih tiga gelar penghargaan sekaligus.

Istimewanya, film Bumi ini adalah buah karya dari mahasiswa-mahasiswi yang dibimbing oleh Arfan Adhi sendiri. Nama timnya adalah Meraki Visual.  “Tim Meraki Visual terdiri dari 13 mahasiswa, tidak semuanya punya basic audio visual. Ada pula yang dari konsentrasi public relations. Dan menariknya delapan dari keseluruhan anggota tim belum pernah ikut proses syuting sama sekali,” tutur Arfan.

Menurut dia, pembuatan film ini memakan waktu sekitar satu bulan. Proses readingnya sampai tiga kali. Sebagian besar tim memang belum pernah bikin film sama sekali. “Ini menarik. Meski pengalaman pertama, mereka bisa berkerja secara maksimal,” puji Arfan. Kegigihan dan keuletan tim Meraki Visual ini pun berhasil menyabet gelar Best Actor, Most Views Movie, dan Best Director. Atas prestasi itu mereka mendapatkan hadiah total senilai 35 juta rupiah.

Ada kisah menarik yang terselip dalam pembuatan film Bumi ini. Bermula dari keisengan tim untuk ikut kompetensi sambil menunggu berlangsungnya proses kuliah daring awal semester, mereka berkolaborasi untuk membuat karya bersama. Pada hari kedua syuting, kegiatan syuting mereka sempat terhenti karena hujan deras dan angin kencang. Hal itu membuat mereka harus menunda syuting hingga minggu kedua. Namun, seperti semangat yang dituangkan dalam film mereka, bahwa  pendidikan adalah aset masa depan, meski sibuk membuat karya, tim Meraki Visual tidak meninggalkan proses kuliah daring.

“Anak-anak ini sebelum take adegan naik motor dan adegan belajar di gubuk, mereka ikut kuliah online dulu. Saya ingat waktu itu ada yang ikut kelasnya bu Isnani ada yang ikut kelas Pak Jamroji. Ini yang membekas dalam benak saya, mereka tidak meninggalkan kuliah meskipun asyik membuat karya. Jadi saya ya nungguin mereka selesai kuliah online dulu, baru take adegan,” ungkapnya sambil tertawa.  Karya film berjudul Bumi ini dapat disaksikan melalui kanal Youtube Meraki Visual.

Kesuksesan Tim Meraki Visual ini adalah sesuatu yang sebenarnya tidak mereka sangka. Arfan mengakui, selain merupakan pengalaman pertama mereka mengikuti kompetisi, mereka tidak memiliki target yang muluk-muluk. Niatnya cuma belajar bikin film pendek, karena gara-gara pandemi, praktikum AV 1 semeter lalu yang outputnya membuat film pendek, terpaksa gagal diproduksi.

“Targetnya sebenarnya hanya 15 besar. Jadi, ketika mereka diumumkan sebagai pemenang dan bahkan dapat tiga gelar sekaligus, mereka nangis bareng-bareng di Zoom, saya pun ikutan nangis,” tutur Arfan. Penghargaan ini menurut Arfan juga memacu motivasi tim Meraki Visual, khususnya bagi Kiki Rahman Ardiansyah, sang sutradara film Bumi. Pengalaman pertama Kiki mendirecting film ini berhasil membuatnya semakin yakin menapaki jalur sutradara. (Ade/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here