Perantau Bawean Dirikan Ranting Istimewa Muhammadiyah Ke-8 di Malaysia

0
1125
Peresmian Ranting Istimewa Muhammadiyah ke-8 di Malaysia oleh perantau asal Bawean. (Tim Media PCIM Malaysia/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – “Sinar surya Persyarikatan Muhammadiyah terus bergerak memancarkan semangat pencerahan di mana saja warganya berada.” Demikian apresiasi Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia Sonny Zulhuda saat meresmikan pendirian ranting istimewa baru di Sekretariat PRIM di kawasan Hulu Langat, Selangor, Malaysia, Ahad kemarin (4/4/2021).

Menurut Sonny, dengan berdirinya ranting istimewa ini, komunitas warga Muhammadiyah di Hulu Langat ini secara resmi dan struktural masuk ke “radar” Persyarikatan yang berpusat di Yogyakarta. Ini berarti amal jama’i warganya akan bersinergi tidak hanya dengan ribuan warga PCIM Malaysia, namun juga puluhan juta warga Muhammadiyah di mana saja berada. “Inilah kekuatan dakwah kolektif Muhammadiyah,” paparnya.

Berlokasi sekitar 25 km sebelah timur ibu kota Kuala Lumpur, kemunculan Ranting Istimewa Muhammadiyah ini telah melalui proses yang tidak sebentar. Melalui konsolidasi lebih dari sembilan bulan, komunitas warga Muhammadiyah yang berasal dari Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, akhirnya membentuk Pimpinan Ranting Istimewa Muhammadiyah (PRIM) Hulu Langat.

Dengan diresmikannya PRIM Hulu Langat ini, saat ini ada delapan pimpinan ranting istimewa Muhammadiyah (PIRM) di bawah PCIM. Setiap PRIM memiliki keleluasaan dalam menjalankan program dan agenda masing-masing. Disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan warganya.

Dalam arahan organisasinya, Wakil Ketua PCIM Malaysia Bidang Pengembangan Organisasi Ustadz Zulfan Haidar menekankan pentingnya konsolidasi dan kekompakan internal. Karena itu, pengajian PRIM harus menjadi program rutin sebagai benteng kaderisasi. Setelah arahan tersebut, Sekretaris PCIM Malaysia Ustadz Sulton Kamal membacakan SK peresmian PRIM berikut penetapan pimpinan ranting.

Sementara itu, Ketua dan Wakil Ketua PRIM Hulu Langat Abrari serta Hari menyatakan kesiapan pimpinan ranting yang baru dilantik untuk bergerak sesuai dengan khitah organisasi meski dengan segala keterbatasan. Selain itu, sesepuh PRIM Hulu Langat yang juga Ketua Majelis Dakwah Ustadz Ahsin mengatakan bahwa beberapa program yang telah berjalan di komunitas warganya adalah penggalangan bantuan sosial bagi pengembangan amal usaha di kampung halaman mereka, khususnya di Desa Kepuh Bawean.

Bekerja sama dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Kepuh, Ustadz Ahsin dkk mengaku rajin membantu keperluan guru di sekolah Muhammadiyah di sana. “Ke depan, PRIM Hulu Langat akan terus bekerja sama dengan PRM Kepuh, Gresik,” ujar Ustadz Ahsin.

Di akhir acara, Bendahara PRIM Hulu Langat Mahyuddin berbagi buku baru yang ditulis mahasiswi asal Bawean berjudul “Matahari Terbit di Bagian Utara Jawa” karya Azalia Rohmi, putri aktivis Muhammadiyah di Bawean. Buku anyar ini berisi catatan sejarah Persyarikatan di Pulau Bawean.

Selain itu, dilakukan acara penyerahan puluhan mushaf Al-Qur’an secara simbolik diwakili Ketua Majelis Pendidikan, Seni, dan Olahraga PCIM Malaysia Ustadz Fathoni kepada PRIM Hulu Langat yang diterima Ibu Laila selaku pengurus Ranting Hulu Langat. (Tim Media PCIM Malaysia/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here