Perempuan di Bidang Industri Punya Peran Segitiga Tidak Sama Sisi

0
109
Esther Gayatri Saleh yang merupakan Chief Test Pilot PT Dirgantara Indonesia. (UMM/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Siapa bilang perempuan punya ruang terbatas di masyarakat. Banyak bukti yang menunjukkan bahwa perempuan punya kesempatan yang sama untuk sukses dan berkarir. Dalam webinar Inspirasi Teknologi Rekayasa melalui Zoom (Intermezo) Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Rabu (3/5/2020), ada kisah inspiratif para wanita karir di bidang industri.

Turut diundang dua perempuan hebat di balik kejayaan perusahaan-perusahaan terkemuka di Indonesia dan luar negeri. Mereka adalah Esther Gayatri Saleh yang merupakan Chief Test Pilot PT Dirgantara Indonesia dan Imelda Mayasari Iriyono yang menjabat sebagai Factory Manager Multinational Company di Vietnam.

Kisah-kisah inspiratif para perempuan ini diawali dengan kisah awal mula mereka memutuskan untuk terjun di bidang teknik mesin yang umumnya didominasi oleh pria. Diskusi yang berlangsung santai selama 90 menit ini banyak membahas bagaimana menjadi seorang perempuan yang tidak lupa akan fitrahnya dalam membersamai keluarga sekaligus bekerja untuk membuat diri menjadi lebih berdaya dan bermanfaat bagi orang lain.

Hal menarik lain yang yang dapat dipetik dari kegiatan itu adalah peran penting perempuan di industri ini. Peran penting tersebut, kata Imelda, soft skill yang dimiliki para perempuan belum tentu dimiliki para pria yang bekerja di bidang yang sama.

“Kita sebagai perempuan jelas memiliki soft skill yang mungkin tidak banyak pria miliki, salah satunya teknik berkomunikasi yang diplomatis,” tutur Imelda.

Kisah Esther Gayatri Saleh yang merupakan satu-satunya test pilot perempuan di dunia menjadi hal yang sangat menarik untuk diungkap lebih jauh pada sesi Intermezo spesial Hari Kartini. Esther memaparkan bahwa untuk menjadi engineer, diperlukan belajar banyak dari pengalaman.

“Secara khusus, di dunia penerbangan kita dituntut harus memiliki kemampuan mengeksplorasi diri walau dari latang belakang pendidikan berbeda,” tandas Eshter.

Lebih lanjut, Esther menjelaskan meskipun latar belakang pendidikan yang ia miliki sangat bertolak belakang dari bidang yang ia geluti saat ini, dirinya dituntut mampu menguasai berbagai disiplin ilmu yang bersifat teknik dan nonteknik.

“Selain itu, menjadi engineer harus punya kemampuan melakukan beberapa tugas dalam waktu yang bersamaan atau multitasking, memiliki manajemen waktu yang baik, kemampuan memecahkan masalah. Hal tersebut akhirnya dapat mematahkan kiraan orang bahwa pilot ya harus laki-laki,” papar Esther.

Imelda Mayasari Iriyono yang menjabat sebagai Factory Manager Multinational Company di Vietnam. (UMM/Klikmu.co)

Selanjutnya, Imelda juga menjelaskan cara menjadi lebih profesional dan mahir di bidang teknik. Ada dua hal penting yang harus diperhatikan perempuan untuk meningkatkan kualitas diri di bidang teknik, yaitu functional skill dan soft skill.

“Pertama, functional skill bearti kita harus meningkatan kemahiran dan keahlian kita pada satu bidang yang kita geluti. Kedua, soft skill yang lebih berfokus pada bagaimana kemampuan kita dalam berkomunikasi,” papar Imelda.

Imelda Mayasari juga menyatakan bahwa perempuan memiliki peran segitiga tidak sama sisi. Di satu sisi, perempuan harus berperan sebagai seorang karyawan di tempat dia bekerja, sebagai ibu yang harus mengasuh anak-anaknya, dan seorang istri yang harus mendampingi suami.

“Sisi dari segitiga itu bisa berbeda-beda panjangnya tergantung prioritas yang sedang dihadapi. Jadi, kita harus bisa memainkan peran yang sangat baik untuk ketiga peran tersebut,” pungkas Imelda. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here