Perhatian! ASN Dilarang Mudik dan Cuti pada 6–17 Mei Mendatang

0
215
Foto istimewa

KLIKMU.CO – Aparatur sipil negara (ASN) dilarang melakukan perjalanan ke luar daerah, mudik, ataupun cuti selama Lebaran 2021. Pembatasan ini diberlakukan pada periode 6–17 Mei 2021.

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 8 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Bepergian ke Luar Daerah dan/atau Mudik dan/atau Cuti bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara dalam Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Pegawai aparatur sipil negara dan keluarganya dilarang melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan/atau mudik pada periode 6 Mei sampai 17 Mei 2021,” kata Tjahjo Kumolo dalam keterangannya, Rabu (7/4/2021).

Kendati demikian, dalam SE terdapat pengecualian, yaitu ASN yang melaksanakan perjalanan dalam rangka pelaksanaan tugas kedinasan yang bersifat penting. Mereka juga terlebih dahulu memperoleh surat tugas yang ditandatangani oleh minimal pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) atau kepala kantor satuan kerja.

“Pengecualian juga diberikan bagi ASN yang dalam keadaan terpaksa perlu bepergian ke luar daerah dengan terlebih dahulu mendapatkan izin tertulis dari pejabat pembina kepegawaian (PPK) di lingkungan instansinya,” papar politikus PDIP itu.

Meskipun telah memperoleh izin untuk bepergian ke luar daerah, kata Tjahjo, ASN juga harus selalu memperhatikan empat hal. Pertama, peta zonasi risiko persebaran korona yang ditetapkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Kedua, peraturan dan/atau kebijakan mengenai pembatasan keluar dan masuk orang yang ditetapkan pemerintah daerah (pemda) asal dan tujuan perjalanan.

Ketiga, kriteria, persyaratan, dan protokol perjalanan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Satgas. Keempat, protokol kesehatan yang ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Di samping itu, ASN juga dilarang mengajukan cuti untuk periode yang sama. Kecuali mereka yang cuti melahirkan dan/atau cuti sakit dan/atau cuti karena alasan penting.

Perketat Transportasi

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyiapkan aturan untuk pengendalian transportasi pada periode itu. “Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, kita tegas melarang mudik dan kami juga mengimbau agar Bapak-Ibu yang berkeinginan mudik untuk tinggal di rumah saja,” ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam keterangan pers usai Sidang Kabinet Paripurna membahas Penanganan Covid-19 Menghadapi Bulan Puasa dan Libur Idulfitri 1422 H/2021.

Untuk pengendalian transportasi darat, misalnya, Menhub telah berkoordinasi dengan Kakorlantas Polri untuk melakukan penyekatan di sejumlah titik. “Kita akan secara tegas melarang mudik dan akan melakukan penyekatan di lebih dari 300 lokasi,” katanya.

Sementara itu, untuk pengendalian transportasi laut, pihaknya hanya akan memberi fasilitas bagi mereka yang dikecualikan dalam kebijakan larangan mudik yang ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, layanan transportasi melalui jalur laut hanya diberikan secara terbatas.

Begitu juga dengan pengendalian transportasi perkeretaapian. Menhub menegaskan akan mengurangi layanan dan hanya menyediakan layanan kereta api luar biasa serta beberapa rute kereta api di kawasan aglomerasi. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here