Perhatikan Ini agar Orang Tua Mau Menyekolahkan Anaknya di Muhammadiyah

0
562
Ketua PWM DKI Jakarta M. Sun’an Miskan (dua dari kanan) dalam acara Lokakarya Model Pendidikan Al Islam, Kemuhammadiyahan, dan Rapat Koordinasi Kepala Sekolah se-DKI pada 8 Desember.

KLIKMU.CO – Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat. Hal itu disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DKI Jakarta M. Sun’an Miskan dalam acara Lokakarya Model Pendidikan Al Islam Kemuhammadiyahan dan Rapat Koordinasi Kepala Sekolah se-DKI di Hotel Balairung Jaktim pada Rabu, 16 Desember 2020.

Sun’an Miskan mengatakan, acara ini sangat penting karena kita hidup di era Industri 4.0 yang memuat banjir informasi, baik yang positif atau negatif.

Mengutip Menteri PMK Prof Dr Muhadjir Effendy MAP, supaya mampu bersaing dan menang dalam kompetisi di era Industri 4.0, ia mengatakan bahwa anak didik harus dibekali lima hal.

Pertama, berpikir kritis. Kedua, kreatif dan banyak inovasi. Ketiga, terampil dan komunikatif. “Keempat pandai kerja sama dan kelima percaya diri,” ujarnya.

Sun’an Miskan menambahkan, ke depan anak didik kita sangat hebat kalau pandai komunikasi dengan berbagai bahasa lisan dan tulisan, kritis memilih lautan informasi, dan bekerja sama menjadikannya sebagai komoditas ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Sudah barang tentu kalau anak didik kita dituntut untuk memiliki sekian keahlian di atas, gurunya, lebih-lebih kepala sekolahnya, juga harus memiliki kelebihan dengan anak didiknya itu,” paparnya.

Ia lantas mengutip pepatah pepatah bahasa Arab “Faaqidus Syai Laa Yu’thi” yang artinya orang yang tidak punya apa apa tidak akan bisa memberi apa apa.

“Nah, kalau gurunya jadul dalam mengolah informasi digital dan menggunakan sarana komunikasi daring, sekolahnya akan ketinggalan kereta dengan sekolah lain. Tentu wali murid akan mengurungkan niatnya menitipkan anaknya ke sekolah Muhammadiyah,” ingatnya.

Ada beberapa alasan orang menyekolahkan anaknya di Muhammadiyah. Salah satunya ingin memiliki paham agama yang diajarkan Muhammadiyah dengan kembali kepada Al-Qur’an dan As Sunnah Al Maqbuulah, konsisten bertajdid, membersihkan iman dan ibadah mahdlah dari TBC serta rajin berijtihad. Selain itu, ber-ittiba’, tidak taqlid buta, dan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi ingin mengambil alih yang paling mutakhir untuk kemajuan dan memberi rahmat semesta alam.

“Di sinilah pentingnya pelajaran Al Islam dan Kemuhammadiyahan. Al Islam sebagai paham agama dan Kemuhammadiyahan sebagai ideologi perjuangan, keyakinan, dan cita-cita hidup yang diperjuangkan oleh Muhammadiyah,” terangnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here