Periksa Kesehatan Mata 6.000 Pelajar, Muhammadiyah Surabaya Turut Pecahkan Rekor MURI

0
250
Foto diambil dari dokumen panitia

KLIKMU.CO – Muhammadiyah bersama PT Sarana Multi Infrastruktur kembali berinovasi. Kerja sama keduanya sangat berguna bagi dunia pendidikan, khususnya sekolah dasar.

Kegiatan yang dimaksud adalah pemeriksaan kesehatan mata 6.000 pelajar
sekolah dasar (SD) se-Kota Surabaya. Pemeriksaan kali ini diadakan
selama tiga hari di Kota Surabaya, yaitu 29–31 Juli 2019.

Menur perwakilan dari Yayasan Inspirasi Anak Bangsa menyatakan, kegitan ini merupakan program corporate social responsibility (CSR) PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dalam rangka Memperingati Hari Anak Nasional 2019. “Ini sekaligus memecahkan rekor MURI Indonesia yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Surabaya dan Yayasan Inspirasi Anak Bangsa (YIAB) dan Muhammadiyah Kota Surabaya,” ujar Menur.

Kegiatan ini, katanya, dilatarbelakangi pemakaian gadget dan teknologi yang tidak terbendung. Apalagi di kota-kota besar Indonesia, salah satunya Kota Surabaya. “Tidak hanya orang dewasa, tetapi anak-anak usia sekolah, bahkan balita, saat ini sudah begitu dekat dengan gadget atau gawai,” jelasnya. Oleh karena itu, kata Menur, penggunaan gawai secara berlebihan dalam jangka panjang terbukti mengganggu penglihatan anak-anak.

Di sisi lain, penggunaan gadget bagi anak-anak memang tak bisa dielakkan. Untuk
menunjang kegiatan belajar, misalnya, sejumlah sekolah mewajibkan pemakaian
gadget seperti hand phone dalam mengakses data, materi pelajaran, pelatihan soal,
dan sebagainya.

Meski begitu, ujar dia, ada risiko yang harus ditanggung. “Gangguan mata oleh sinar berwarna biru dari gadget/gawai akan berlipat ganda pada anak-anak di bawah 10 tahun (usia pelajar sekolah dasar).” tuturnya.

Hal ini disebabkan kondisi mata yang belum sepenuhnya sempurna. Lensa dan kornea mata anak masih sangat transparan dan rentan terekspos sinar. Menurut Menur, Anak-anak sekolah yang menghabiskan waktu selama lebih dari tujuh jam dalam satu pekan menggunakan ponsel atau komputer juga berisiko mengalami rabun jauh.

Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya Dr H Mahsun MAg menuturkan, selain kegiatan pemeriksaan, ada juga penyuluhan. Kegiatan ini diikuti 10 SD Muhammadiyah se-Kota Surabaya.

“Saat acara puncak penyerahan rekor MURI yang akan dihadiri oleh gubernur dan wali kota Surabaya di SD Muhammadiyah 4,” kata pria yang juga wakil rektor Universitas Muhammadiyah Kota Surabaya itu.

Pemeriksaan kesehatan mata untuk 6.000 pelajar sekolah dasar (SD) se-Kota Surabaya ini bisa dijadikan sampel serta mewakili kondisi kesehatan mata terkini anak-anak usia sekolah dasar, khususnya di kota besar.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung peningkatan awareness kepada
masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan mata. Mata tidak boleh disepelekan dan harus dijaga dengan baik. Mata sangat rentan dengan berbagai penyakit yang akan mengganggu
penglihatan, bahkan dapat menyebabkan kebutaan.

Selain itu, mendukung program pemerintah daerah setempat secara khusus dan program pemerintah pusat secara umum untuk merayakan Hari Anak Nasional 2019 dengan kegiatan positif. (Rif/Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here