Peringati Hari TB Sedunia, Ketua Komunitas Masyarakat Peduli TB: Temukan Obati Sampai Sembuh!

0
174
Siswa SD Muhammadiyah 22 Surabaya membagikan masker kepada pengguna jalan.

KLIKMU.CO – Dalam rangka menyongsong Hari Tuberkulosis (TB) 24 Maret 2019, SD Muhammadiyah 22 Surabaya menjadi salah satu pionir dan turut Andil memperhatikan penyakit menular itu. Sekolah yang beralamat di Jalan Kemlaten Baru 43, Surabaya, tersebut melakukan serangkaian kegiatan.

Misalnya, senam kesehatan TB, bersih-bersih lingkungan, sosialisasi TB, dan pembagian masker kepada pengguna jalan. Seluruh kegiatan tersebut melibatkan peserta didik.

Nail Ahmad Autori Sudiono, siswa kelas 5C, mendapat tugas menyosialisasikan gejala penderita TB. “Tanda-tanda orang menderita TB ialah, pertama, batuk berdahak lebih dari tiga minggu. Kedua,menderita batuk disertai darah dan nyeri dada dan sesak napas. Inilah ciri orang mengidap TB,” katanya kepada KLIKMU.CO Jumat (22/3) setelah memberi penjelasan di adapan seluruh peserta didik mulai kelas I hingga VI.

Sementara itu, teman sejawat Nail, Catllyea Namora Pane, siswa kelas 5B, menjelaskan lebih pada sosialisasi bagaimana etika meludah yang baik. “Terkadang tanpa disadari kita meludah sembarangan, padahal bisa menimbulkan penyakit,” ungkapnya.

Bagaimana etika meludah? Dia menjelaskan, saat batuk atau bersin, hendaknya menutup mulut dan hidung karena ada sekitar 3.000 kuman yang menyertainya. Kemudian, tidak boleh meludah di sembarang tempat dan yang tidak kalah penting mencuci tangan pakai sabun.

“Pesan ini saya sampaikan kepada seluruh teman-teman agar lebih bijak dalam meludah, tidak sembarangan,” katanya dengan tegas.

Di sisi lin, Siti Zafrina Asfa Rizki dari kelas 5D menyosialisasikan upaya pencegahan penyakit TB. Dia menyeruhkan kepada masyarakat atau pengidap TB hendaknya tidak malu dan mengobati TB sampai tuntas agar bebas dari TB. Dia juga menyarankan supaya menutup mulut ketika batuk dan tidak boleh meludah di sembarang tempat.

Kepala Sekolah Listianah SEI menjelaskan, pengetahuan sejak dini tentang penyakit ini kepada peserta didik penting dilakukan. Sebab, jenis penyakit ini sudah mengkhawatirkan di Kota Surabaya. Lebih-lebih persebaran kuman TB menyasar kepada siapa saja, tanpa terkecuali anak-anak.

Dengan begitu, lanjut Listianah, anak-anak mengerti dan lebih memperhatikan etika meludah yang baik. Juga sebagai bentuk penanaman pendidikan karakter yang otentik. “Ini merupakan cara penerapan pendidikan karakter, sebab ia akan menjadi volunter ikut memerangi TB di masyarakat,” terang perempuan asli Lamongan itu.

“Saya yakin anak-anak minimal akan menyosialisasikan kepada keluarganya. Dan ini bagus sebagai bentuk sosialisasi yang konkret,” lanjutnya.

Kegiatan TB Day 2019 di SD Muhammadiyah 22 Surabaya juga dihadiri Andi Hariyadi selaku ketua KMP (Komunitas Masyarakat Peduli) TB. Dia pun memberikan semangat kepada siswa dengan yel-yel TOSS TB (Temukan Obati Sampai Sembuh) TB. Zero TB. (Andi H./Achmadsan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here