Perkaderan IMM Tak Boleh Monoton, tapi Harus Variatif dan Inovatif

0
303

KLIKMU.CO – Meskipun tergolong tidak besar organisasi kemahasiswaan ini di kampus di UIN Sunan Ampel Surabaya, akan tetapi geliat dan dinamisasi IMM Komisariat Ibnu Khaldun perlu dicontoh.

“Walaupun dianggap komisariat paling kecil, namun banyak sekali lahir orang-orang luar biasa dan dapat dijadikan panutan. Jadi, tidak perlu minder dengan komisariat-komisariat lain yang memang banyak kadernya dari segi kuantitas,” kata Emi Mastura Asyari Ketua Umum Pimpinan Komisariat Ibnu Kholdun dalam acara Follow Up dan Upgrading di Kompleks Pendidikan Muhammadiyah Gadung, Sabtu-Ahad (31/3-1/4) lalu.

Kata Emi, ada beberapa alasan mengapa IMM di Fakuktas Ushuluddin itu dinamai dengan nama seorang tokoh sosiolog Islam. Tentu, memiliki makna filosofis tersendiri, di mana kader IMM memiliki jiwa sosial dan juga intelektual yang tinggi serta diimbangi dengan religiusitas sebagaimana yang ada pada konsepsi Tri-Kompetensi Dasar kader.

Tidak kalah menarik, Ali Shodikin Pembicara dalam agenda tersebut mengutarakan bahwa kader IMM, khususnya Fakultas Usuluddin, hendaknya menjadi pionir dalam pemikiran-pemikiran Agama Islam dan Persyarikatan Muhammadiyah.

”Usuluddin kan gudangnya para filosof. Saya harap dari komisariat ini akan melahirkan beberapa alumni yang handal,” katanya dengan menyebut alumninya banyak menduduki jabatan yang cukup strategis, baik di lembaga pendidikan atau di jajaran parpol.

Lantas, bagaimana sistim pengkaderan di Komisariat Ibnu Khaldun sendiri? Ali menuturkan, hendaknya proses pengkaderan lebih memberi kesempatan porsi lebih kepada kader sendiri untuk berekspresi dan berani berpikir out of the box. Misalnya, rutin menyelenggarakan kajian-kajian yang variatif dan dengan metode yang inovatif.

Dalam Fllow Up DAD itu, Emi menambahkan bahwa pada periode kepemimpinannya, ia lebih menekankan sistem pengkaderan sesuai dengan disiplin keilmuan masing-masing kader.

“Saya yakin dengan begitu, seusai lulus perkaderan, mereka akan lebih kompeten di bidang ilmu sesuai apa yang ia pelajari di fakultasnya masing-masing. Selain itu, juga sebagai pemetaan kader, apalagi yang ingin naik menjadi jajaran pimpinan,” pungkasnya. (Emi/Kholiq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here