Permainan Tradisional Terbukti Lebih Bermanfaat daripada Game Online, Berikut Penjelasannya

0
219
Dr. Iswinarti, M.Si saat mengisi webinar. (UMM)

KLIKMU.CO – Di masa pandemi Covid-19, orang tua punya kesempatan lebih untuk belajar dan bermain bersama anak. Selain tentunya menjadi kesempatan bagi para orang tua untuk mempererat hubungan anggota keluarga, terlebih antara orang tua dan anak. Ketimbang anak-anak selalu sibuk dengan gawainya, ada alternatif kegiatan yang bisa dilakukan. Salah satunya menerapkan permainan tradisional bersama keluarga.

Dr. Iswinarti, M.Si. Psikolog, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menyebutkan bahwa permainan tradisional memiliki nilai-nilai karakter baik, di antaranya performance character seperti kemampuan menyelesaikan masalah, pantang menyerah, mengatur strategi, berkompetisi, berkomunikasi, dorongan berprestasi, pengendalian diri, ketelitian, konsentrasi, serta kepemimpinan.

Iswinarti menambahkan, penelitian tentang pengaruh teknologi digital seperti video game dan komputer terhadap perkembangan anak telah menunjukkan hasil yang konsisten. Penggunaan internet dalam bermain game atau game online secara potensial akan menimbulkan bahaya kesehatan fisik dan mental. Agresivitas merupakan salah satu efek yang berarti dari bermain video game tersebut.

“Sementara, dalam permainan tradisional, terdapat juga moral character yang sangat dibutuhkan untuk hubungan terbaik. Yakni, nilai kejujuran atau sportivitas, nilai empati, tanggung jawab, hubungan sosial, kerjasama, serta keadilan,” kata Iswinarti dalam webinar Lembaga Kebudayaan LK UMM dengan tema “Pembelajaran Daring Berbasis Budaya pada Siswa TK dan SD dalam Situasi Pandemi Covid-19”.

Pada sebuah penelitiannya, Iswinarti mengemukakan metode Berlian, yaitu Bermain, ExpeRiential, Learning, Anak. Metode ini berfungsi membantu anak menemukan makna dari pengalaman ketika mereka bermain permainan tradisional. Salah satu hasil penelitian yang dilakukan ini menunjukkan bahwa anak-anak yang bermain permainan tradisional disertai metode Berlian lebih mengalami peningkatan kompetensi sosial.

Adapun langkah-langkah permainan tradisional dengan metode Berlian ialah menentukan nilai yang terkandung; mengajari aturan main; simulasi cara bermain; melakukan evaluasi terhadap cara bermain, dan; melakukan permainan dan refleksi terhadap pengalaman anak saat bermain. Di antara permainan tradisional terbaik, menurut Iswinarti, yakni congklak lidi, dakon, bekelan, engklek, dan lompat tali.

Permainan congklak lidi

Dalam webinar yang diselenggarakan Kamis (14/05), dalam menyosialisasikan permainan tradisional dibutuhkan peran serta banyak pihak, termasuk sekolah dalam hal ini guru. “Jadi orang tua bakal melaporkan kepada sekolah bahwa mereka sudah bermain. Upaya ini sebagai bentuk aplikasi mata pelajaran tertentu yang berkesesuaian dengan permainan tradisional,” ungkapnya di webinar yang diikuti ratusan peserta ini. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here