Pernyataan Pers Pimpinan Pusat Muhammadiyah Terkait New Normal

0
3198
Twitter Haedar Nashir (@HaedarNs) | Twitter

KLIKMU.CO – Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan sikap terkait dengan pemberlakuan new normal yang diwacanakan pemerintah. Hal tersebut disampaikan lewat pernyataan pers dengan surat bernomor: 002/PER/l.O/l/2020 tentang Pemberlakuan New Normal yang diterima KLIKMU.CO dari Sekretaris Umum Dr Abdul Mu’ti MEd.

Berikut pernyataan lengkapnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pernyataan Pers

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Nomor: 002/PER/I.0/I/2020

berbagai pemberitaan dan pernyataan pemerintah tentang New Normal akhir-akhir Ini menimbulkan tanda tanya dan kebingungan masyarakat di satu sisi pemerintah masih memberlakukan PSBB tapi pada sisi lain menyampaikan memberlakukan relaksasi kesimpangsiuran ini terjadi menjadi sumber ketegangan aparat dengan rakyat bahkan demi melaksanakan aturan kadang-kadang sebagian oknum aparat menggunakan cara-cara kekerasan

Demikian halnya dengan New Normal perlu ada penjelasan dari pemerintah tentang kebijakan New Normal jangan sampai masyarakat membuat penafsiran masing-masing di satu sisi moral dan tempat perbelanjaan mulai dibuka sementara masjid dan tempat ibadah masih harus ditutup hal ini berpotensi menimbulkan ketegangan antara aparat pemerintah dengan umat dan jamaah padahal ormas keagamaan sejak awal konsisten dengan melaksanakan ibadah di rumah yang sangat tinggi tak mudah keadaannya di lapangan bagi umat dan bagi ormas sendiri demi mencegah kondisi penularan wabah Covid-19

Laporan BNPB menyebutkan bahwa pandemic wabah Covid-19 masih belum dapat diatasi tetapi pemerintah justru melonggarkan aturan dan mulai mewacanakan New Normal. Apakah semuanya sudah dikaji secara valid dan seksama dari para ahli epidemiologi?. Wajar jika kemudian tumbuh persepsi publik yang menilai kehidupan masyarakat dikalahkan untuk kepentingan ekonomi penyelamatan ekonomi memang penting tetapi yang tidak kalah penting adalah keselamatan jiwa masyarakat itu sendiri, ketika wabah Covid-19 belum dapat dipastikan penurunannya. Oleh karena itu Pemerintah perlu mengkaji dengan seksama pemberlakuannya normal dan penjelasan yang objektif dan transparan terutama yang terkait dengan:

Pertama. Dasar kebijakan New Normal dari aspek utama yakni kondisi penularan wabah Covid-19 di Indonesia

Kedua. Maksud dan Tujuan New Normal

Ketiga. Konsekuensi terhadap peraturan yang sudah berlaku khususnya psbb dan berbagai layanan public

Keempat. Jaminan daerah yang sudah dinyatakan aman atau zona hijau yang diberlakukan new normal

Kelima. Persiapan-persiapan yang sama agar masyarakat tidak menjadi korban termasuk menjaga kemungkinan luasnya penularan wabah Covid-19

Pemerintah dengan segala otoritas dan sumber daya yang dimiliki tentu memiliki legalitas kuat untuk mengambil kebijakan yang menyangkut hajat hidup orang banyak dengan demikian akan sepenuhnya bertanggung jawab atas segala konsekuensi dari kebijakannya New Normal yang akan diterapkan di negeri tercinta

Semua pihak di negeri ini sama-sama berharap pandemic wabah Covid-19 segera berakhir di Indonesia maupun di mancanegara namun Semuanya perlu kesamaan agar 3 bulan yang telah kita usahakan selama ini berakhir baik

Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala melindungi bangsa Indonesia

 

Jakarta, 5 Syawal 1441 Hijriyah / 28 Mei 2020 Masehi

Ketua umum Profesor Dr.H Haidar Nasir M.Si.

Sekretaris umum Dr.H. Abdul Mu’ti,M.Ed

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here