Pernyataan Sikap Solidaritas Ormas Islam Surabaya Terkait Muslim Etnis Uighur

0
376
Foto orasi korlap aksi H.M Arif An diambil oleh samsul arifin

KLIKMU.CO

Oleh: Solidaritas Ormas Islam Surabaya

Partai Komunis Tiongkok (PKT) kembali membuka program ‘’Re-Edukasi” yang telah dihapuskan pada tahun 2013. Informasi yang telah beredar menyebut pembukaan program itu dilakukan oleh Sekretaris PKT Wilayah Xinjiang, Chen Quanguo.

Partai Komunis Tiongkok (PKT) telah menjadi ancaman serius terhadap keberlangsungan nilai-nilai keadaban dan tatanan internasional berdasar aturan. Tindakan keras besar-besaran PKT pada tahun 2018 ini sungguh di luar batas kemanusiaan. Meliputi penangkapan intelektual independen, pemaksaan masyarakat sipil, serta tindak represi penganut agama dari semua jenis, termasuk Kristen, Buddha Tibet, Buddha Cina, Muslim Hui serta Muslim Uyghur di seantero pelosok Tiongkok.

Saat ini, masyarakat internasional meyakini ratusan ribu, dan bahkan mungkin lebih dari dua juta orang, telah terseret ke kamp penahanan massal di Turkistan Timur sejak April 2017. Dalih RRT bahwa upaya tersebut dilakukan untuk program ”Re-Edukasi” dalam bentuk ”Sekolah Vokasional” jelas merupakan dalih untuk menutupi aneka tindak kekerasan terhadap warga sipil. Lebih dari 12 bulan kamp-kamp ini tidak bersifat sementara. Lokasi ini sudah mirip kamp konsentrasi.

Sebagaimana diketahui, model dan teknologi yang mendukung penindasan massal di Xinjiang sudah diluncurkan ke bagian lain RRT. Wilayah Xinjiang telah menjadi laboratorium penindasan, dan hasilnya sudah dirasakan di Ningxia dan di tempat lain. Bahkan, otoritas Hong Kong mengumumkan bahwa mereka akan mengirim delegasi ke Xinjiang untuk mempelajari model pengawasan ala RRT di sana. Untuk menutupi tindak kekerasan itu, RRT telah menyebarkan propaganda sesat bertajuk ”Separatisme”, ”Meredam Terorisme”, bahkan isu ”Kemerdekaan Uyghur”. Semua isu sesat ini dihembuskan Rezim Beijing guna menutupi tindak kekerasan yang dilakukannya.

Oleh karena itu, kami Solisaritas Ormas Islam Kota Surabaya menyatakan:

Pertama. Segera hentikan segala tindak kekerasan terhadap warga/komunitas Uyghur di Provinsi Xinjiang, RRT. Program ‘’Re-Edukasi” RRT terhadap warga Uyghur pada dasarnya adalah bentuk ‘’Kamp Konsentrasi” abad 21 yang jauh dari nilai-nilai kemanusiaan.

Kedua. Pemerintah Republik Indonesia wajib segera bersikap dalam kasus Uyghur ini sebagai pelaksanaan bunyi alinea pertama Undang-Undang Dasar 1945, yakni ‘’ Bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri-kemanusiaan dan peri-keadilan”. Alinea ini bersifat universal, oleh karena itu, segala tindak tak berperi-kemanusiaan dan berperi-keadilan terhadap bangsa Uyghur harus dipertanyakan di forum internasional.

Ketiga. Mendesak PBB agar segera menurunkan tim pencari fakta (fact findings team) ke Provinsi Xinjiang demi menegakkan Deklarasi Universal Hak Azasi Manusia (DUHAM). Negara-negara anggota Organisasi Kerjasama Internasional (OKI) wajib ikut serta dalam upaya mencari fakta tersebut demi menegakkan prinsip-prinsip kemanusiaan serta keadilan.

Keempat. Tolak Tenaga Kerja Tiongkok (TKT) yang telah membanjiri berbagai pengerjaan proyek di Indonesia & boikot produk-2 RRT.

Kelima. Kembalikan hak-hak Bangsa Uyghur. Hak untuk hidup layak, hak kebebasan untuk berekspresi tanpa waswas dicurigai dan hak kebebasan beragama.

Demikian pernyataan serta tuntutan kami.

Tertanda,

Solidaritas Ormas Islam Kota Surabaya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here