Perspekif Haidir #51: Menyelamatkan Roti Apel Kentang

0
100
Dokumentasi penulis

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Sebenarnya sudah sering ada pengumuman dari manajemen flat yang kami tempati, bahwa akan ada pembagian sembako gratis. Pengumuman disampaikan lewat alamat e-mail masing-masing penghuni. Biasanya terdiri atas roti, sayuran, atau buah-buahan.

Baru minggu lalu saja, anak saya datang ke kantor manajemen, mengambil bahan makanan tersebut. Dia mengambil begitu saja, boleh sesuka hati. Akan tetapi berapa saja boleh diambil. Tapi anak saya hanya mengambil secukupnya.

Penghuni yang mengambil barang gratis ini bukan hanya kami. Beberapa pelajar internasional dari India, Cina, bahkan dari Arab Saudi ikut mengambilnya. Tak ada halangan, tak perlu malu, dan ragu. Ada pula teman sesama mahasiswa Indonesia.

Mengapa ada pembagian bahan makanan gratis tersebut? Makanan ini biasanya berasal dari supermarket. Masa kedaluwarsa barang-barang ini tinggal tiga atau dua hari. Untuk orang di sini, barang-barang tersebut sudah tidak laku, karena orang akan membeli yang lebih segar.

Dijual tidak laku, dibuang tentu sayang. Jika pihak toko tetap menjualnya maka bisa kena denda. Selain itu, menjual barang yang kedaluwarsa akan memudahkan warga akan sakit. Dan berbagai dampak sosial lainnya.

Dengan demikian, barang-barang ini akan dikeluarkan dari toko. Sehingga daripada dibuang begitu saja, lebih baik diwakafkan kepada orang lain, yang tentu memerlukannya. Bukan hanya pada masa Covid-19 seperti ini, bahkan hal ini sudah berlangsung sejak lama.

Demikianlah, salah satu sikap pihak supermarket yang sangat baik dan bertanggung jawab. Baik kepada konsumen maupun solidaritas terhadap sesama. Contoh yang baik dan bernilai luhur.

Wassalam
Gwynneville 18/6/2020 bakda Isya

Penulis adalah dosen UIN Alauddin Makassar, aktivis Muhammadiyah, saat ini sedang bermukim di Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here