Perspektif Haidir #1: Menghormati Ulama

0
477
Ilustrasi diambil dari muslimoderat

KLIKMU.CO

Oleh Haidir Fitra Siagian*)

Sudah lazim diantara kita, pasca Idul fitri, selalu ikut ngumpul bareng teman-teman sekolah. Buat reuni kecil atau besar sambil mengenang masa-masa lalu ketika masih berbaju putih biru atau putih abu-abu atau saat berbaju berbagai motif dalam kampus. Ada reuni antar teman SMP, ada reuni antar teman SMA atau reunian sesama teman kuliah. Macam-macamlah. Ada juga sesama teman aktivis organisasi.

Seingat saya, untuk urusan-urusan seperti ini, tampaknya saya belum pernah ikut. Bukan tidak mau ikut, hanya tidak pernah sempat saja karena bertepatan dengan berbagai urusan yang harus saya nomor nomor satukan. Kadang juga sudah saya jadwalkan, tapi ada acara lain yang tidak bisa diwakilkan. Tapi itu adalah pilihan-pilihan hidup saja.

***

Sabtu lalu, hari kedua lebaran, ketika akan ke masjid, saya berpapasan dengan seorang perempuan. Saya tak kenal sama sekali. Dia menyapa saya sambil memperkenalkan namanya.

Katanya dia adalah alumni Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin yang sudah dua tahun selesai. Katanya, saya adalah anggota tim pengujinya ketika ujian skripsi. Dia sudah menikah dan tinggal dengan suaminya yang sekampung dengan ibu mertuaku, Somba Majene Sulawesi Barat.

Kemarin, ketika saya mampir di sebuah pusat perbelanjaan untuk sekedar singgah shalat Ashar, seorang perempuan datang lagi menghampiri saya. Dia sedang berbelanja dengan ibu dan adik-adiknya. Lalu memperkenalkan dirinya sebagai mahasiswaku semester ini dalam mata kuliah Komunikasi Politik Islam.

Keduanya menyalami dan mengucapkan selamat idul fitri. Dalam hal ini, satu kebahagian kita sebagai dosen jika mendapat perhatian dari mahasiswa. Bentuk perhatian demikian tentu berbagai macam modelnya. Salah satunya adalah ketika dia menegur atau memberi sapaan saat berjumpa di tempat yang tiada disangka. Saya bayangkan dengan kondisi mahasiswa sekarang kalau kita bertemu dengannya sambil mengepulkan asap rokoknya. Atau pura-pura menulis pesan dalam grup WA tanpa menoleh sama sekali.

Hari ini saya sengaja membawa anak-anakku bersama ibunya, melakukan kunjungan silaturahmi ke tokoh-tokoh panutan umat. Ulama sepuh dan keluarganya. Kedatangan kami ke rumahnya, tanpa ABC itu, dapat dipastikan bahwa memberi kebahagiaan tersendiri kepadanya. Itu terlihat dari wajah dan senyum yang sumringah yang diperlihatkan kepada kami, asli, bukan dibuat-buat.

Jadi saya bandingkan ketika saya bertemu dengan mahasiswaku yang memberi sapaan saat berjumpa dan ketika kami mendatangi rumah para ulama senior ini. Saya sangat gembira, tentu dia juga sangat gembira.

Kegembiraan seperti ini, dalam pandangan saya adalah bentuk penghargaan kepada orang yang kita hormati. Lebih dari itu, membahagiakan para senior kita adalah bagian dari ibadah.

Pertama, kami mendatangi rumah Ustadz Drs. K.H. Nasrudin Razak, 80 tahun. Saat ini kedudukan beliau adalah Dewan Pertimbangan MUI Provinsi Sulawesi Selatan.

Tahun 2000-2005, saya pernah menjadi semacam ajudannya. Kemana dia pergi, saya diajak serta. Bukan hanya untuk urusan dinas atau urusan kantor, untuk urusan yang cukup pribadi, olehnya dipercayakan kepada saya, termasuk untuk menjual mobil dan mengonsep naskah pidato.

Kedua, kami mendatangi rumah alm. Drs. K.H. Baharuddin Pagim, mantan ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan 2005-2010 ketika saya menjadi kepala kantor.

Beliau telah meninggal dunia bulan Oktober 2017 lalu. Saya tidak sempat hadiri pemakamannya karena sedang bertugas ke Lampung.

Di rumahnya, kami diterima oleh istrinya dengan senyum yang indah dan mempesona. Usianya mungkin sudah dekat dengan 70 tahun. Dengan ibu ini juga saya kenal baik, karena sering ke rumahnya untuk bertemu ustadz Bahar dalam rangka urusan kantor.

Sebelum Idul Fitri kemarin, Ibu Aji sempat menitipkan kerupuk yang dia goreng sendiri, untuk kami. Alhamdulillah. Bu Aji sempat cerita tentang proses pemakaman suaminya di Bulurokeng, yang dikebumikan berdampingan dengan kuburan almh. Hj. Wettoeng Saleh, tokoh Aisyiyah Sulsel yang juga ibunda Prof. Musafir, Rektor UIN Alauddin.

Ketiga, pada hari ini juga kami mengunjungi Ustadz Dr. H. Muh. Alwi Uddin, M.Ag., yang saat ini menjabat sebagai salah seorang Ketua MUI Sulsel dan pensiunan dosen Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin .

Pada tahun 2010-2015, beliau menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Ketika itu saya tidak aktif lagi di kantor Muhammadiyah karena sedang melanjutkan sekolah ke Malaysia.

Namun kedekatan saya dengan beliau sudah dimulai awal tahun 1990-an. Hampir semua anak-anaknya saya kenal, demikian juga istrinya.

Beberapa waktu yang lalu, beliau mendapat musibah kecelakaan. Keadaannya sudah baik tetapi masih belum boleh beraktivitas bebas di luar.

Ketika kami datang, beliau sedang membaca. Tampak sekali kegembiraan di wajahnya menyambut kedatangan kami yang juga tak diduga. Hampir satu jam kami menemani beliau bincang-bincang tentang berbagai hal. Mulai dari Muktamar hingga masjid Pusdam yang belum jadi-jadi.

Terakhir ba’da Ashar tadi, kami mencoba mendatangi ulama muda, ustadz berkaliber internasional karena sudah sering kali ceramah di luar negeri, H. Das’ad Latief.

Beliau adalah teman saya mulai S1, S2 dan S3, satu kelas lagi. Sayang sekali yang bersangkutan tidak ada di tempat.

Inilah salah satu bentuk penghargaan kami kepada para ulama atau keluarganya.

Saya telah mendapatkan banyak ilmu agama dari mereka-mereka ini.

Saya sengaja memilih membawa anak-anak ke sini, bukan ke tempat lain. Agar mereka tahu betapa pentingnya membangun silaturahmi juga menghormati guru. Agar mereka lebih berjiwa kosmopolotan, menambah wawasan dan pengetahuan. Bukan hanya main game dan nonton sinetron.

Semoga Allah SWT memberikan balasan pahala yang berlipat ganda kepada para ulama berkenaan. Amiin. [*]

Haidir Fitra Siagian,
Dosen Komunikasi Politik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Alauddin Makassar.

Wassalam
Haidir Fitra Siagian
Makassar 200618, sore jelang magrib.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here