Perspektif Haidir #11: Memenuhi Undangan Pak Palaguna Bertemu Presiden Megawati

0
180

Diperkenalkan Pak Palaguna kepada Presiden Megawati

(Mengenang 3 : H.Z.B. Palaguna, Mantan Gubernur Sulawesi Selatan)

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Sulawesi Selatan mendapat kehormatan istimewa, menjadi tempat kunjungan perdana Presiden Megawati Soekarnoputri beberapa hari setelah dilantik sebagai Presiden RI ke-4 pada akhir pekan Juli 2001. Ibu Presiden saat itu dijadwalkan meresmikan beberapa proyek besar di Sulawesi Selatan. Di antara yang saya ingat adalah terminal peti kemas pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar. Peresmian beberapa proyek tersebut, sesuai jadwal berlangsung pada hari Sabtu, 28 Juli 2001.  Sehari sebelum peresmian, tepatnya hari Jum’at, 27 Juli 2001, diadakan silaturahmi dan makan malam bersama pejabat pemerintah, unsur Muspida, pimpinan organisasi sosial-keagamaan, dan tokoh masyarakat Sulawesi Selatan.

 

Ba’da Jum’at, saya sudah menerima telepon dari Pak K.H. Nasruddin Razak, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan. Beliau minta ditemani untuk menghadiri pertemuan dengan Presiden Megawati, Jumat malam di Baruga Sangiaseri kompleks Gubernuran, Makassar. Saya agak kaget juga diajak ikut silaturrahmi dengan Ibu Presiden. Ternyata anggota pimpinan lainnya tak sempat ikut karena sudah ada jadwal masing-masing. Oleh Pak Kiyai, saya diminta memakai baju yang rapi. Saya tak terbiasa dengan pertemuan yang demikian, apalagi dengan pertemuan dengan orang nomor satu di negeri ini. Bingung juga saya mau memakai baju apa. Akhirnya saya memakai jas warna abu-bu lengkap dengan dasinya. Jas pinjaman dari abang saya, Ardol Rifai Siagian yang saat itu masih tinggal berjualan di Jalan Gunung Lompobattang, Makassar.

 

Lewat jam lima sore sedikit, Pak Kiyai sudah tiba di depan kantor Muhammadiyah dengan mobil kijang baru warna biru. Saya langsung naik dan mengambil alih kemudi. Saat itu belum sangat lancar bawa mobil, baru beberapa minggu selesai belajar di salah satu tempat kursus nyetir. Biaya kursur sebesar tiga ratus dua puluh ribu itu atas budi baik Bang Syarifuddin Yusuf, Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Parepare. Suara mengaji dari berbagai masjid di Kecamatan Ujung Pandang masih terdengar jelas ketika kami tiba di Jalan Sungai Tangka, belakang rumah jabatan Gubernur Sulawesi Selatan. Sudah banyak mobil yang parkir di sisi kanan jalan. Tampak pula kendaraan militer dan aparat keamanan mengatur lalu lintas. Saya dan Pak Kiyai segera berjalan menuju gerbang belakang.

 

Di sana sudah diadakan pemeriksaan orang-orang yang akan masuk gubernuran. Ada beberapa pintu masuk yang dilengkapi metal detektor. Dalam undangan tertulis acara mulai pukul 19.00 Wita, sebelum pukul 18.00 Wita kami sudah datang. Tampaknya kami termasuk tamu yang pertama datang. Awalnya dua orang petugas (wanita) memeriksa undangan kami. Pak Kiyai pun memperlihatkan undangannya. Seorang diantaranya bilang bahwa undangan ini hanya untuk satu orang saja. Pak Kiyai bilang, kami ini diundang sebagai pimpinan. Saya datang sebagai ketua dan ini (maksudnya saya) mewakili sekretaris saya, jelas Pak Kiyai. Lalu salah seorang minta izin akan konsultasi dulu kepada komandannya. Bersamaan dengan itu, suara azan sudah bergema dari berbagai masjid. Kami minta izin shalat magrib dulu di masjid dalam kompleks Gubernuran.

 

Setelah salat magrib, kami kembali ke depan pintu gerbang dan oleh petugas dipersilahkan langsung masuk ke dalam Baruga Sangiaseri karena Ibu Presiden tidak lama lagi akan tiba di lokasi. Saya dan Pak Kiyai masuk ke dalam baruga bersama dengan undangan lainnya yang jumlahnya sudah sangat banyak tanpa melalui pemeriksaan lagi. Pak Kiyai mendapat bagian depan dan saya menyesuaikan diri di bagian belakang. Dari sekian banyak undangan, mungkin saya yang paling muda. Tampak saya lihat rekan saya sesama alumni Jurusan Jurnalitik, Yusuf Ahmad, dengan menenteng kamera panjang berjalan santai dengan beberapa jurnalis berbagai media lokal dan nasional. Ada juga rekan saya, Syarief Amier, yang saat itu bekerja sebagai jurnalis di koran nasional.

 

Kemudian petugas protokol mengumumkan bahwa presiden akan segera datang. Semua hadirin segera bergegas ke pintu utama, membentuk formasi berdiri kiri-kanan. Saya mendekat kepada Pak Kiyai. Tampaklah Presiden Megawati Soekarnoputri memasuki baruga didampingi Gubernur Sulawesi Selatan, H.Z.B. Palaguna. Sambil berjalan, Pak Palaguna memperkenalkan hadirin yang berjejer menyambut presiden. Ketika persis di depan kami, Pak Palaguna memperkenalkan kami : “Ini dari Muhammadiyah, Bu”, kata Palaguna. Pak Kiyai mengulurkan tangannya dan sepersekian detik saya pun menjabat tangan Ibu Presiden sambil mengeluarkan seyumnya yang khas sebagaimana sering terlihat di layar kaca waktu itu. Alhamdulillah, inilah pertama kalinya saya bersalaman langsung dengan seorang presiden, 19 tahun lalu. Senang rasanya, bisa bertemu dengan orang paling penting di negeri ini.

 

Acara ramah tamah dan silaturahmi pun berlangsung dengan baik. Sesaat sebelum pulang, beberapa wartawan masih mencegat Ibu Presiden di depan pintu utama. Menanyakan beberapa hal. Terhadap beberapa pertanyaan wartawan tadi, oleh Ibu Presiden diserahkan kepada Pak Palaguna menjawabnya.

 

Beberapa hari lalu, Pak Palaguna telah mendahului kita, dalam usia delapan puluh tahun lebih. Semoga jasanya dalam memimpin dan membangun Sulawesi  Selatan menjadi amal jariyah baginya di akhirat kelak. Amiin ya Rabbal’alamien.

 

Gwynenville, NSW, Australia, 09.10.2019 qabla Magrib

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here