Perspektif Haidir #15: Menantu Berbakti kepada Mertua

0
662
Penulis (dua dari kiri) membesuk temannya yang tengah mendatangkan mertua ke Australia.

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Setelah menikah, kita memiliki empat orang tua. Dua orang tua kandung, dua orang tua kandung pasangan kita. Keempatnya memiliki status yang hampir sama dan sangat dianjurkan untuk tidak membedakan dari keempatnya.

Apa yang diberikan kepada orang tua kita semestinya juga diberikan hal yang sama atau sepadan kepada kedua mertua kita. Jika orang tua mengatakan atau meminta sesuatu kepada kita, harus dilakukan. Demikian pula halnya atas permintaan dari mertua.

Tidak hanya dalam hal itu. Ketika berdoa pun, sekarang tak hanya mendoakan orang tua sendiri. Kedua mertua pun harus selalu didoakan. Baik yang masih hidup maupun yang sudah menghadap Sang Pencipta. Agar para orang tua kita tersebut mendapat kelapangan di sisi-Nya, hingga ke akhirat nanti.

Membagi kebahagian maupun kebaikan kepada orang tua dan mertua akan mengukuhkan nilai-nilai kekeluargaan. Menguatkan hubungan baik antara pasangan suami-istri. Juga antara ipar dan suami, ipar dengan istri, dan sebaliknya. Di sini pun terdapat makna yang sangat penting dalam kehidupan. Makna yang tak hanya dapat digambarkan dengan kata-kata. Makna yang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Ia akan sangat berarti pada saat yang sangat tepat. Saat segala sesuatu justru semakin tanpa makna.

Seorang sahabat saya, dosen Universitas Halu Oleo Kendari, adalah kandidat doktor dalam bidang teknik mesin pada University of Wollongong. Dia sudah pernah membawa orang tuanya jalan-jalan ke Wollongong beberapa waktu lalu. Membawa jalan-jalan menikmati udara dan panorama yang indah di Benua Kanguru ini. Saya dapat membayangkan betapa bahagianya orang tuanya saat itu.

Hari ini, dia pun membawa kedua mertuanya datang dari Kendari ke sini. Akan tinggal beberapa minggu di kota kecil nan mungil ini. Tentu selain rekreasi, pun menjenguk cucunya yang tercinta. Saya dan nyonya sengaja datang menjenguk mereka tadi pagi di rumahnya. Saya senang bertemu orang tua itu. Saya pun menganggap beliau adalah orang tuaku juga.

Kedatangan kami menjenguk mereka tentu bukan apa-apa. Itu tidak lain adalah untuk sekadar menambah kebahagiaan mereka. Apalagi kami sama-sama berasal dari Sulawesi. Ada kesamaan geografis. Cerita tentang orang Sulsel yang ada di Kendari hingga makanan khas Mandar, lokaenjoroi.

Saya ingin mengatakan kepada keduanya bahwa menantu dan keluarganya di sini baik-baik saja. Jangan khawatir. Sebab, mereka punya banyak teman di sini. Teman rasa saudara.

Wassalam
Gwynneville (Ahad, 10/11/19)

(*) Aktivis Muhammadiyah Sulawesi Selatan, kini tinggal di Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here