Perspektif Haidir #17: Potensi Curang Itu Tetap Ada

0
122
Sebuah papan peringatan tidak boleh membawa tas saat ujian di kampus Australia.

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Seorang mahasiswa asal Indonesia yang kuliah di UoW berjalan di trotoar menuju arah mushala MAWU siang ini. Dia adalah kandidat doktor dalam bidang bebatuan yang instansi tempat kerjanya berada di Balai Arkeologi Bandung, Jawa Barat.

Pada sisi sebelah kanan, di lapangan bola, ratusan mahasiswa sedang menuju auditorium atau SportHub UoW. Gedung ini bersebelahan dengan kolam renang dan mushala MAWU.

Mereka menuju aula tersebut untuk mengikuti ujian akhir semester. Memang untuk ujian, sistem universitas di sini menghendaki diadakan dalam satu ruangan tertutup secara keseluruhan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Pada saat mengikuti ujian, terdapat ketentuan untuk semua mahasiswa. Di antaranya tidak boleh membawa tas dan kalkulator dalam ruang ujian. Semuanya harus ditanggalkan dalam ruangan khusus yang disiapkan untuk menampungnya. Hal ini sengaja dilakukan agar menghindari terjadinya kemungkinan ada mahasiswa yang berlaku curang.

Meskipun di Australia terkenal dengan tingkah kejujuran dan objektivitas yang tinggi, tentu ada saja hal yang sebaliknya. Mulai kecil saat masih taman kanak-kanak sampai sekolah dasar, sudah mengajarkan tentang sifat ini.

Namun demikian, potensi curang tetap saja dapat terjadi. Di mana pun, kapan pun, dan oleh siapa pun. Itulah sebabnya, untuk meminimalisasi bentuk kecurangan, sistem yang baik tetap diperlukan.

Wassalam
Gwynneville, 18/11/2019 bakda duhur

 

(*) Aktivis Muhammadiyah Sulawesi Selatan, tinggal di Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here