Perspektif Haidir #21: Berbaik Hati atas Nasihat atau Kritikan

0
256
Penulis, dokumen pribadi (Klikmu.co)

Oleh: Haidir Fitra Siagian (*)

KLIKMU.CO

Tidak ada manusia yang sempurna. Pada diri setiap individu, selalu ada potensi berbuat sesuatu yang khilaf. Apakah disengaja atau tidak disadari. Itu terjadi karena setiap manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan.

Apa yang kita perbuat dalam kehidupan sehari-hari adalah dimaksudkan untuk kebaikan, baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Namun demikian, sebagai manusia biasa, kita terkadang tidak menyadari bahwa dalam perkara tersebut, terdapat sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan. Atau tidak pantas diperbuat oleh seseorang dengan kapasitas seperti kita.

Mungkin saja dalam pandangan kita itu sudah baik, akan tetapi dalam pandangan orang lain adalah terdapat ketidakpantasan. Menurut akal bisa saja benar, tapi ada etika dan norma sosial yang melingkupi. Kekeliruan dalam berbuat sesuatu bisa jadi potensi yang dapat menyebabkan terjadinya hal-hal lain yang tidak diinginkan. Misalnya bisa menjadi fitnah atau bahan pergunjingan bagi orang lain. Jangan karena tindakan kita, membuat orang lain menjadi berdosa.

Meskipun sebenarnya tindakan kita sudah benar, akan tetapi ketika ada orang yang mengingatkan, sudah sewajarnya menerima dengan tulus peringatan tersebut. Justru adalah sikap yang bijaksana, moderat dan berkemajuan ketika menerima dengan senang hati dan tulus atas peringatan yang disampaikan oleh orang lain.

Tidak perlu melakukan pembelaan atau bantahan berlebihan atas nasihat atau kritikan yang diterima. Dari siapa pun orangnya. Apakah dia seorang yang lebih muda, atau orang yang pernah menjadi lawan politik. Jangan. Sekali lagi jangan. Berterimakasihlah jika seseorang mengingatkan atau bahkan mengkritik, bahkan dengan cara apapun. Meskipun kritikan yang disampaikan terlalu berlebihan atau tidak pada saat yang tepat.

Sebab harus diyakini dengan sebenarnya bahwa kita bukanlah orang yang sempurna. Tidak pernah luput dari kesalahan. Meskipun menjabat dalam kedudukan yang tinggi. Jangan melihat masukan atau pandangan orang lain itu sebagai tantangan politik untuk menjatuhkan karir atau sebagai bentuk pembunuhan karakter. Atau kalau akan melaporkannya kepada pihak berwajib dengan tuduhan perbuatan tidak menyenangkan.

Jangan memandang latar belakang politik atau organisasinya. Apalagi sampai menyalahkan organisasinya. Tentu itu bukanlah sikap bijaksana terutama bagi kalangan akademik. Jangan mengaitkan pengalaman buruk atas satu organisasi, apalagi belum tentu dalam hal peristiwa itu kita berada pada pihak yang benar.

Semua organisasi didirikan untuk kepentingan yang mulia. Melakukan aktivitas organisasi demi kemaslahatan bersama. Menjadi sarana pengabdian demi mendapatkan redha dari Sang Pencipta. Tidak ada satupun organisasi Islam yang didirikan di negeri ini untuk melakukan tindakan yang tidak terpuji. Sama sekali tidak ada.

Jika ada seseorang yang mengingatkanmu, dan itu dipandang tidak tepat, atau dianggap ada udang di balik batu, itu adalah urusannya. Tindakan pribadinya. Jangan menuduh atau membenturkan organisasinya. Lebih baik diskusikan dulu dengannya sebelum menjatuhkan tuduhan.

Kemarin seorang teman mengingatkan saya. Dia sampaikan melalui pesan singkat. Intinya adalah dia mengingatkan agar jangan memosting seseorang yang masih kelihatan jari kakinya.

Dalam pandangannya, jari-jari kaki adalah termasuk aurat perempuan yang tidak boleh diperlihatkan kepada orang lain yang bukan mahramnya. Meskipun ujung jari saja, walau hanya dalam bentuk foto, baginya itu adalah sesuatu yang harus dijaga dari pandangan pihak yang tak berhak.

Saya tentu bergembira atas peringatan tersebut. Tak perlu saya sakit hati atau kecewa, mendapatkan peringatan dari seorang teman, apalagi dia masih lebih muda. Saya memandang itu adalah satu kebaikan hatinya, tidak ingin melihat saya melakukan tindakan sepele tetapi melanggar kepantasan dan nilai-nilai sosial.

Sekiranya pun merasa tidak ada masalah dengan apa yang dilakukan tersebut, tetapi saya pun tak perlu membela diri. Mencari alibi dan pembenaran-pembenaran yang tidak berkesudahan.

Saya harus berterimakasih kepada temanku ini. Saya yakin bahwa peringatan atau nasihat dari siapapun, adalah bernilai kebaikan. Sebab teman yang baik, tulus dan suci, adalah mereka yang tidak membiarkan kita larut dalam kekeliruan. Apalagi sampai membiarkan malah mengambil keuntungan atas kekeliruan tersebut. Wallahu’alam.

Kmart, Figtree, NSW, Australia (28/12/2019)

(*) Aktivis Muhammadiyah Sulawesi Selatan, kini tinggal di Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here