Perspektif Haidir #24: Mangarodas dalam Kebaikan

0
185
Penulis saat menerima pemberian barang-barang dari seorang teman. (Haidir/Klikmu.co)

Oleh: Haidir Fitra Siagian *

KLIKMU.CO

Dalam bahasa Batak, Sipirok, mangarodas itu berarti mengambil sampai habis. Apa pun yang ada, ambil semua. Biasanya mangarodas itu identik dengan buah-buahan di kebun. Misalnya durian atau jengkol. Ambil semua buahnya, jangan ada sisa. Apakah sudah tua atau masih muda. Pokoknya turunkan semuanya.

Bawa dulu ke rumah atau halaman rumah. Nanti pilih di sana, mana yang bisa dimakan atau dijual, mana yang tidak. Mengapa demikian? Biasanya mangarodas itu dilakukan dengan beberapa alasan. Rodas memang sebelum ada hama, ada pencuri, ada angin kencang, atau mau pindah lokasi.

Mangarodas bisa identik dengan konotasi negatif jika tidak dengan alasan di atas. Misalnya pencuri atau anak-anak tetangga yang manjat buah tanpa izin. Pencuri bisa mangarodas cengkih di kebun pada tengah malam atau buah lombok/cabai di sawah. Tanaman cabai kami dulu di saba Lampesong Sipirok, pernah dirodas pencuri. Habis semua buah yang sudah matang maupun yang masih hijau. Sakit hati ini.

Pernah juga buah langsat nenek saya dirodas anak-anak tetangga di Desa Panggulangan Sipirok. Anak-anak tetangga yang masih bau kencur manjat, jolok, dan lempari pohon langsat di belakang rumah kakek ketika mereka belanja ke kota. Buah langsat yang masih muda habis semua. Mereka buang di jalanan. Jika dikumpul semuanya bisa mencapai enam karung besar.

Hari ini juga saya sempat mangarodas. Hanya itu dalam arti yang positif. Seorang teman sudah menyelesaikan studi di UoW dan Sabtu pagi lalu (11/1) kembali ke Indonesia. Beberapa hari lalu, dia sudah minta saya datang ke rumahnya. Mengambil barang-barang milik mereka yang masih dapat dimanfaatkan.

Bakda subuh Sabtu lalu, dia menelepon kami. Mereka akan segera berangkat ke bandara. Kami buru-buru datang ke rumahnya. “Pak Haidir, ini sudah saya siapkan satu gerobak untuk bapak,” katanya begitu saya tiba. Alhamdulillah. Banyak sekali, ya. Tidak ada lagi yang tertinggal di rumah. Ini tampak betul saya datang mangarodas, meski yang menyiapkan mereka sendiri.

Satu gerobak barang-barang mereka saya bawa ke rumah. Dengan nilai yang cukup besar. Banyak barang yang memang masih bagus dan penting. Sayang sekali jika harus dibuang karena tidak mungkin dibawa ke Indonesia. Mulai AC portabel, raket, kabel, laptop dan monitor, juga peralatan olahraga lainnya. Jika harus dinilai, tentu harganya bisa mencapai jutaan rupiah. Alhamdulillah.

Keiraveille, 11/1/2020 bakda subuh

*) Penulis adalah aktivis Muhammadiyah Sulawesi Selatan, kini tinggal di Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here