Perspektif Haidir #35: Subuh Terakhir di Masjid Omar Australia

0
158
Bersama keluarga di depan Masjid Omar Wollongong beberapa waktu lalu. (Haidir/Klikmu.co)

KLIKMU.CO

Oleh: Haidir Fitra Siagian*

Kemarin Perdana Menteri Australia Scott Morrison antara lain mengumumkan bahwa persebaran coronavirus (Covid-19) di seluruh negara ini semakin meningkat. Berbagai upaya yang dilakukan oleh pemerintah untuk mencegah persebaran virus ini masih belum membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan.

Justru di berbagai negara bagian, jumlah warga yang positif terinfeksi virus ini semakin bertambah. Negara bagian yang paling parah adalah Victoria dan New South Wales.

Beberapa kebijakan nasional telah dibuat, dengan tujuan mengurangi dampak negatif dari bencana ini. Mulai pembatasan perjalanan, karantina empat belas hari bagi warga asing yang masuk, sampai pada penghentian penerbangan internasional.

Kesiap-siagaan tenaga kesehatan pun telah ditingkatkan. Demikian pula alat-alat kesehatan yang diperlukan. Negara memberikan perhatian yang sangat serius terhadap ancaman penyakit ini.

Hampir tiap hari perdana menteri muncul pada berbagai stasiun televisi memberikan informasi kepada rakyatnya. Bahkan dalam dua minggu terakhir, Morrison muncul dua kali siaran langsung. Siang dan sore hari. Kadang dia sendiri, beberapa kali dengan para menterinya.

Informasi yang diberikan terkait dengan kebijakan negara dalam mengatasi masalah ini. Mulai aspek ekonomi, politik, sosial, sampai kesehatan. Semua informasi ini langsung keluar dari orang nomor satu di negara ini.

Kemarin muncul lagi kebijakan baru. Semua tempat umum yang mendatangkan orang banyak yang dianggap tidak terlalu penting harus ditutup. Antara lain pub atau tempat hiburan malam, restoran, juga rumah ibadah. Supermarket dan bank serta beberapa fasilitas lainnya masih buka. Demikian pula transportasi umum.

Subuh ini, saya dan putraku masih sempat ikut ke Masjid Omar Wollongong. Hanya satu setengah saf yang terisi dengan longgar, masing-masing membawa sajadah. Beberapa warga Indonesia masih ikut berjamaah.

Sesaat sebelum pulang ke rumah ketika di tempat parkir depan masjid, seorang teman berkata: “Ini adalah subuh terakhir kita ke masjid. Mulai nanti siang masjid akan ditutup.” Saya baru sadar. Kesadaran yang membuat kesedihan. Kesedihan tak bisa lagi mengulurkan sajadah di tempat yang mulia ini. Entah sampai kapan.

Wassalam,
Wollongong, 23/3/2020 bakda subuh

*Penulis adalah dosen UIN Alauddin Makassar, aktivis Muhammadiyah, saat ini sedang bermukim di Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here