Perspektif Haidir #37: Menteri Australia Mundur karena Menyumbang Klub Menembak

0
165
Diambil dari detik.com

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Awal tahun ini, sempat terjadi dinamika politik di Australia. Ini sebenarnya dalam pandangan banyak pihak adalah persoalan sepele. Bukan sesuatu yang sangat luar biasa, apalagi sampai melakukan pelanggaran administrasi yang dapat mempermalukan lembaga negara.

Seorang menteri harus mengundurkan diri. Dia secara sadar dan dengan sikap yang bijaksana rela melepaskan jabatan yang sangat penting ini. Adalah senator yang sekaligus Menteri Olahraga merangkap Menteri Pertanian, McKanzie, yang melakukannya.

Ini bermula awal tahun 2019 lalu, selaku menteri olahraga, memberikan hibah kepada sebuah klub olahraga, klub menembak, di salah satu Negara Bagian, Victoria.

Sumbangan yang diberikan pun sebenarnya tidak terlalu besar, hanya sekitar Rp 350 juta. Ini dipakai untuk memperbaiki toilet dalam kompleks lapangan tembak yang berkenaan.

Sebagai menteri olahraga, sebenarnya lumrah baginya memberikan sumbangan kepada klub olahraga. Sama halnya yang terjadi di berbagai negara. Misalnya, menteri agama menyumbang pondok pesantren. Atau menteri pekerjaan umum membantu pembangunan jalan ke satu desa atau lain-lain.

Tetapi mengapa senator McKanzie harus mundur dari jabatan terhormatnya itu? Setelah perdebatan di kalangan masyarakat Australia dan kritik dari pihak oposisi, beliau dianggap melanggar etika. Etika yang dalam kacamata banyak pihak masih bisa diperdebatkan.

Apakah etika yang dia langgar? Belakangan ketahuan bahwa sang menteri adalah anggota resmi dari klub menembak tersebut. Sekiranya dia bukan anggota klub masih dapat diterima dan dianggap lazim.

Akan tetapi karena dia dianggap memanfaatkan jabatannya untuk membantu pihak yang mana dia adalah bagian dari pihak yang dibantu tersebut. Inilah yang dianggap sebagai satu pelanggaran etika.

Meskipun dilakukan secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan mekanisme pengelolaan keuangan negara, tidak menjadikan dia lepas dari persoalan etika. Etika harus dijunjung tinggi. Karena di sini, taruhan pelanggaran etika adalah rasa malu. Rasa malu harus ditebus dengan pengunduran diri.

Wassalam
Gwynneville, 15/4/2020, ketika matahari mulai bersinar

Penulis adalah dosen UIN Alauddin Makassar, aktivis Muhammadiyah, saat ini sedang bermukim di Australia

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here