Perspektif Haidir #40: Jemput Anak dari Sekolah

0
126
Dokumen penulis

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Putriku ini masih sekolah setingkat kelas enam sekolah dasar. Sudah hampir dua bulan tidak masuk sekolah. Mereka libur bulan Maret lalu terus diperpanjang hingga sekarang karena pandemi Covid-19. Ini adalah hari pertama dia masuk sekolah.

Tidak semua murid sekolah ini masuk hari ini. Mereka dijadwal kedatangannya per kelas. Itu pun hanya sekali seminggu. Ini merupakan uji coba yang dilakukan pemerintah Australia untuk mengetahui seberapa jauh persebaran virus ini. Jika dalam beberapa minggu ke depan tidak ditemukan virus di sekolah, semua sekolah akan dibuka kembali sebagaimana biasanya.

Dua anak saya hari ini belum masuk sekolah. Keduanya sudah setingkat SMP kelas tiga. Mereka akan masuk sekolah hari Jumat lusa. Pun sesuai dengan jadwal yang ditetapkan sekolah, sekali seminggu, berdasarkan abjad nama terakhirnya.

Karena nama terakhir keduanya adalah Siagian, maka mereka sama-sama dapat jadwal hari Jumat. Sedangkan teman-teman kelasnya yang lain sudah sekolah kemarin, hari ini, dan esok tentunya.

Tadi ibunya sebelum berangkat sekolah sudah memberikan petunjuk. Jangan bersentuhan dengan orang lain. Jaga jarak. Hindari terlalu banyak memegang benda. Persering cuci tangan dan lain-lain.

Selama ini putriku yang masih SD ke sekolah naik bus. Pergi dan pulang. Tapi hari ini dia harus diantar jemput. Untuk mengurangi kontak dengan benda-benda lain diperjalanan. Tadi juga anak-anak tetangga, pada umumnya diantar jemput oleh orang tuanya, meskipun sebenarnya bus sekolah sudah siap. (*)

Penulis adalah dosen UIN Alauddin Makassar, aktivis Muhammadiyah, saat ini sedang bermukim di Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here