Perspektif Haidir #59: Hikmah Covid-19 dan Keyakinan kepada Tuhan

0
188
Penulis saat membantu mengangkat barang temannya. (Foto pribadi/klikmu.co)

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Pagi ini, sehabis subuh, saya mendapat tugas khusus. Mengantar kembali barang-barang milik teman yang sudah satu tahun dititipkan di rumah. Dia seorang ibu yang berasal dari salah satu negara di kawasan Afrika Tengah.

Bersama bayinya, perempuan ini akan pindah ke Townsville, Australia Utara, setelah berjuang hampir dua tahun untuk mendapatkan beasiswa. Selama ini dia tinggal di Australia, dengan biaya sendiri dan bantuan dari berbagai pihak. Termasuk saat dia melahirkan bayinya. Tanpa didampingi suami atau keluarganya.

Seharian kemarin dia berada di rumah mengemas untuk barang-barangnya. Jumlahnya cukup banyak, mulai lemari hingga perlengkapan bayi. Saya dua kali bolak-balik mengantar ke kediaman sementaranya.

Dia sempat menceritakan bagaimana dirinya berjuang untuk mendapat beasiswa. Katanya, dia sudah sempat pasrah karena sudah pengumuman, tapi tidak ada namanya.

Namun, sekitar dua bulan lalu, pihak universitas menelepon dia. Apakah masih berminat mendapat beasiswa? Tentu, ya. Lalu ada surat susulan bahwa dia dinyatakan lulus. Ternyata di antara mahasiswa luar negeri yang lulus, ada yang tidak bisa datang ke Townsville karena Covid-19. Makanya jatah ini diberikan kepada perempuan yang pernah beberapa kali ditolak lamaran pekerjaan di sini.

Demikianlah. Segala sesuatu itu ada hikmahnya. Bagi masyarakat global, Covid-19 itu jadi masalah besar. Berbahaya sekali. Namun, bagi dia, ada hikmahnya. Hikmah yang sangat baik. Jumlah beasiswanya lumayan besar. Hampir dua kali lipat dari jumlah beasiswa yang diterima nyonyaku.

Satu lagi hal yang sempat dia sampaikan kemarin adalah tentang kepercayaannya kepada Tuhan-nya. Dia adalah seorang Nasrani yang taat ke gereja. Selama setahun ini, dia tak punya rumah. Tak punya biaya menyewa.

Sehingga seorang temannya di gereja menawarkan tinggal di kamar belakang rumahnya. Sedangkan sebagian barang-barangnya dititipkan ke kami. Dalam keadaan yang serbasusah, katanya, dia masih terus ke gereja. Berdoa dan meminta pertolongan kepada Tuhannya.

Dan, dia mengatakan bahwa beasiswa yang akan diterima ini adalah pemberian dari Tuhan-nya. Kepada kami, dia berkata. Kita memang berbeda agama. Tetapi, Tuhan kita adalah sama. Sama-sama menyayangi hambanya. Wallahu’alam.

Wassalam
Gwynneville (22/7/2020)

Haidir Fitra Siagian adalah dosen UIN Alauddin Makassar, aktivis Muhammadiyah, saat ini sedang bermukim di Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here