Perspektif Haidir #61: Jamak karena Cuaca Dingin

0
109
Suasana di Masjid Wollogong, Australia. (Haidir/KLIKMU.CO)

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Sudah hampir satu minggu ini, cuaca di Wollongong cukup dingin. Angin kencang meniup pohon-pohon dengan suara yang keras. Di beberapa tempat, terdapat pohon yang tumbang. Dinas terkait di kota ini berusaha mengamankan pohon yang tumbang. Suasana di jalanan cukup sepi.

Keadaan seperti ini berlangsung hampir setiap tahun di pertengahan bulan Agustus. Ini sementara dalam masa transisi perubahan musim dari musim dingin ke musim semi. Meskipun angin kencang, tidak disertai dengan hujan. Dua minggu lalu, hujan cukup deras telah terjadi beberapa hari.

Kemarin menjelang magrib saya bersama putraku ke Masjid Omar Wollongong. Turut bersama adalah Pak Saeful dan Pak Aji. Keduanya adalah warga Indonesia yang sedang berjuang di sini, sekolah dan mendampingi istri yang sedang sekolah. Kebetulan Pak Saeful mengajak kami makan sate di rumahnya. Tak berapa jauh dari Masjid Omar.

Sesampai di Masjid Omar, waktu salat Magrib sudah masuk. Teman-teman masih salat sunnah Tahyatul Masjid. Saya tidak sempat karena agak lama di kamar kecil. Setelah muazzin iqamah, Pak Imam menyampaikan beberapa pengumuman.

Beliau mengumumkan bahwa setelah salat Magrib akan dilanjutkan salat Isya jamak ta’dim empat rakaat. Alasannya karena cuaca dingin. Pak Imam mengatakan bahwa ini sesuai dengan sunnah Nabi Saw.

Setelah salat Magrib, muazzin kembali iqamah. Kami ikut melaksanakan salat Isya jamak ta’dim empat rakaat. Tadi saya sempat menghitung, ada tiga orang jamaah yang tidak ikut. Ketiga pindah ke belakang, mereka tidak ikut salat jamak. Namun sebagian besar ikut salat jamak, termasuk yang datang belakangan.

Ini adalah pertama kalinya saya ikut salat jamak karena alasan cuaca dingin. Beberapa minggu lalu, di masjid ini juga, saya pun ikut salat jamak karena hujan deras.

Saya sempat kaget juga dengan pengumuman ini. Belum pernah saya baca sebelumnya. Dalam pengalaman di Indonesia, pun belum pernah salat jamak karena cuaca dingin. Sehingga tadi saya sempat heran. Namun, saya tetap kuatkan hati untuk tetap ikut salat jamak ini.

Mengapa? Meskipun ini untuk pertama kalinya dan saya belum sempat baca hadits tentang salat jamak karena cuaca dingin ini, saya memilih ikut karena yang mengumumkannya adalah Pak Imam Masjid.

Saya sudah mengenal Pak Imam ini sejak tiba di Wollongong setahun lalu. Saya percaya dengan kapasitas keilmuan dan keimanannya. Selain imam tetap di Masjid Omar Wollongong, beliau juga semacam Ketua MUI Kota Wollongong. Beliau berasal dari Mesir, alumni Universitas Al Azhar dan pernah pula sekolah di Madinah, Arab Saudi. Jadi, saya tidak perlu lalu kapasitas keagamaannya.

Wassalam
Gwynneville, 22/8/2020 bakda Isya

Penulis adalah dosen UIN Alauddin Makassar, aktivis Muhammadiyah, saat ini sedang bermukim di Australia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here