Perspektif Haidir #65: Salat Jumat Pakai Masker, Jangan Lupa Bayar Utang

0
165
Penulis ikut salat Jumat di Australia.

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Pandemi corona virus-19 yang merebak awal tahun 2020 ini memberikan pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan. Termasuk di Australia, pemerintah menerapkan sejumlah pembatasan pergerakan warganya. Hal ini dimaksudkan sebagai bagian penting untuk mencegah penularan virus yang dimaksud secara tidak terkendali.

Pembatasan-pembatasan tersebut dilakukan secara menyeru dengan mengurangi kegiatan-kegiatan yang tidak esensial bagi warganya. Misalnya pertemuan, baik yang dilakukan secara pribadi, kelompok kecil, maupun dalam hal kegiatan komunikasi massa, baik di dalam gedung maupun di ruang terbuka.

Pertemuan di dalam rumah pernah sama sekali dilarang melibatkan orang lain, yang bukan anggota keluarga inti. Kemudian dilonggarkan menjadi boleh berkunjung sebanyak dua orang. Terus menjadi lima orang, sepuluh orang, dan sekarang boleh menjadi tiga puluh orang. Pernah ada pembatasan, restoran sama sekali dilarang menerima pengunjung. Hanya boleh membeli dan pergi dari situ, tidak boleh makan dalam restoran. Sekolah dan masjid pun pernah ditutup. Sekarang sudah dibuka.

Selain itu, pernah pula ada larangan tidak boleh pergi ke pantai atau ke taman bunga. Sedikit demi sedikit dilonggarkan. Sekarang sudah boleh. Meskipun demikian, pemerintah tetap menganjurkan untuk menjaga jarak atau social distancing. Sebisa mungkin tidak bersentuhan atau bersalaman terutama dengan orang yang tidak dikenal atau yang baru datang dari luar kota atau daerah yang berbeda.

Setelah hampir satu tahun merasakan pembatasan-pembatasan, saat ini dampak positifnya sudah terasa. Australia adalah salah satu negara yang paling baik dalam menangani atau mengurangi persebaran virus ini. Namun demikian, pernah juga ada ledakan kasus di beberapa kawasan atau negara bagian. Kemudian pembatasan diperketat. Setelah dianggap aman, barulah pembatasan lebih dilonggarkan lagi.

Pada saat ini, persebaran virus di Australia semakin terkendali. Di beberapa negara bagian, sudah melaporkan tidak ada lagi kasus. Di negara bagian di mana kami tinggal, New South Wales, juga pernah melaporkan nihil. Terakhir ada laporan di Kota Sydney, terdapat beberapa warga yang positif. Namun secara keseluruhan, Australia dipandang sudah cukup aman.

Pada hari itu (Jumat, 11/12/2020) terdapat perkembangan baru di Masjid Omar Wollongong, New South Wales. Selama beberapa bulan ini, salat Jumat diadakan dengan mengambil jarak antarjamaah sesuai protokol kesehatan, satu meter lebih. Sajadah diatur sedemikian rupa agar jamaah tidak bersentuhan. Panitia sigap mengatur jamaah yang datang dan mengantarnya ke tempat yang telah ditentukan.

Mulai hari itu pula, tata cara pelaksanaan salat telah berubah. Saf salat Jumat sudah boleh dirapatkan seperti biasa. Namun ketika khatib menyampaikan khutbah, jamaah tetap harus menjaga jarak sekitar satu meter. Tidak boleh duduk berdekatan sama sekali. Kemudian barulah pada saat salat berjamaah saf dirapatkan sebagaimana biasanya, dan semua jamaah harus memakai masker.

Perubahan ini telah diumumkan oleh panitia masjid sejak kemarin melalui pengumuman yang disampaikan melalui media sosial. Untuk memudahkan jamaah mendapatkan masker, panitia membagikannya sebalum masuk ke ruang salat. Awalnya saya pikir masker tersebut dibagikan secara gratis, ternyata membayar seharga satu dolar atau sekitar sembilan ribu rupiah. Namun saya tidak memiliki uang cas, ketua panitia masjid mengatakan: “Tak apa, ambil saja dan masuklah”. Mungkin saya berutang ya, dan harus dibayar. Insya Allah.

Wassalam
Gwynneville, 11 Desember 2020

Haidir Fitra Siagian adalah dosen UIN Alauddin Makassar, aktivis Muhammadiyah, saat ini sedang bermukim di Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here