Perspektif Haidir #66: Sepatu untuk Muslim Gambia

0
150
Haidir Fitra Siagian. (Foto pribadi penulis)

Oleh: Haidir Fitra Siagian

KLIKMU.CO

Tadi malam (20/2/2021) saya mengajak putraku melaksanakan salat Isya di Masjid As-Salaam, Berkeley, NSW, Australia. Jaraknya dari rumah sekitar 12 km atau kira-kita delapan menit naik mobil sendiri. Masjid ini dikola oleh muslim keturunan Arab dan sebagian dari keturunan campuran Timur Tengah.

Saya sengaja ke masjid dengan halaman yang sangat luas ini tentu dengan tujuan salat Isya berjamaah. Selain itu, juga untuk mengumpulkan satu kantong besar sepatu layak pakai.

Kemarin siang beredar pengumuman dalam beberapa grup komunitas muslim Wollongong tentang pengumpulan sepatu bekas atau sepatu layak pakai. Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang memeloporinya.

Bagi umat Islam yang memiliki sepatu, dapat mengumpulkannya di Masjid As-Salaam Berkeley. Jadwal pengumpulan sebenarnya adalah tadi pagi, Ahad, 21 Februari 2021, pukul 10 pagi hingga pukul 2 siang.

Tapi, saya sengaja membawanya tadi malam juga, sebab esok ada kegiatan lain. Jangan sampai tidak sempat kalau harus esok.

Jadilah saya membawanya malam ini. Dalam beranda depan masjid, sudah tampak beberapa bungkusan sepatu. Terdiri dari berbagai jenis sepatu yang tentu masih baik. Saya pun menaruh satu kantong plastik besar sepatu dari rumah. Tampaknya ada sekitar sepuluh pasang.

Sepatu-sepatu yang kami kumpulkan ini masih lumayan bagus. Walaupun rata-rata sudah pernah dipakai, tapi masih kentara baru. Mana harganya pun cukup mahal. Misalnya saja sepatu yang saya pegang itu. Harganya bisa sampai empat juta Rupiah.

Saya sudah pernah pakai beberapa kali. Tapi terlalu berat dan saya pikir tidak cocok untuk saya. Sepatu itu bukan saya beli. Itu pemberian dari teman, karena dia tahu sepatuku pernah rusak. Jadi dia menawarkan sepatunya tersebut di atas.

Demikian pula sepatu-sepatu lainnya. Sebagian ada yang kami beli, sebagian hadiah dari teman atau tetangga. Waktu itu mereka menawarkan berbagai sepatunya karena sudah akan pulang ke negaranya masing-masing.

Nah, ternyata pengumpulan sepatu-sepatu ini, akan diberikan kepada rakyat Gambia. Negara ini berada di Pantai Barat Benua Afrika berbatasan dengan Samudra Atlantik dan Negara Senegal.

Sama halnya dengan negara-negara Afrika lainnya, di Gambia, sepakbola juga cukup populer. Mereka pernah masuk Piala Dunia dan Piala Afrika, meskipun belum pernah juara. Salah satu warganya yang terkenal adalah Musa Barrow, pemain sepakbola liga Seri A Italia, Atlanta.

Negara bekas koloni Inggris ini, mayoritas penduduknya beragama Islam, dengan berbagai macam paham. Bahkan ada penganut Syiah dan Ahmadiyah. Sebagian besar penduduknya masih tergolong miskin.

Sepatu-sepatu ini akan dikirim oleh sebuah LSM langsung ke Gambia. Saya bisa merasakan hati rakyatnya, terutama anak-anak, mendapat hadiah sepatu. Meskipun sudah tidak baru lagi. Semoga bermanfaat.

Wassalam

Haidir Fitra Siagian

Berkeley, NSW, Australia, 20/2/2021 bakda Isya

Haidir Fitra Siagian adalah dosen UIN Alauddin Makassar, aktivis Muhammadiyah, saat ini sedang bermukim di Australia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here