Pesan bagi Lulusan UM Surabaya di Dunia Kerja

0
190
Para wisudawan UM Surabaya ketika dikukuhkan oleh rektor dan dekan/direktur. (AS/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Usai sudah penyelenggaraan Wisuda Ke-46 Universitas Muhammadiyah Surabaya yang digelar secara daring dan luring, Senin-Kamis (23-26/11/2020). Hari ini, Kamis, giliran Prodi Ahwal Alsyakhsiyah, Prodi Studi Agama-Agama, dan Program Pascasarjana yang mengikuti prosesi wisuda di At-Tauhid Tower lantai 13.

Pada wisuda kali ini, UM Surabaya meluluskan 1.138 mahasiswa yang dikukuhkan secara bertahap mulai Senin lalu. Secara keseluruhan mereka mengikuti secara luring dan hanya beberapa yang ikut daring karena berbagai alasan.

Selain rektor dan jajarannya, turut hadir Wakil Ketua PWM Jatim Nadjib Hamid MSi serta Ketua Majelis Ditlitbang Muhammadiyah Prof Dr Lincolin Arsyad MSc PhD yang memberikan sambutan secara daring.

Nadjib Hamid memberikan sambutan singkat saja. Sambil berkelakar dia mengatakan, ijazah S-1 itu jadi salah satu alat bargaining bagi mahasiswa untuk calon mertua.

“Sementara itu, ijazah S-2 jadi alat bargaining untuk para suami yang mau nikah lagi. Nah, bagi istri, ijazah S-2 juga jadi alat bargaining kepada suami yang mau nikah lagi,” ujarnya berseloroh.

Sementara itu, Profesor Prof Dr Lincoln Arsyad MSc PhD dalam sambutannya berpesan kepada para civitas academica UM Surabaya.

Menurut dia, lulusan UM Surabaya minimal punya empat kategori yang harus dibuktikan di masa yang akan datang ketika terjun ke masyarakat.

Pertama, jadi orang yang mumpuni. Orang yang mumpuni adalah orang yang mampu mengerti dan menjalankan segala kewajiban dengan baik.

“Alumni harus mengetahui ilmu dengan baik. Jadilah lulusan yang mumpuni,” katanya.

Kedua, harus profesional. Dia meminta untuk membedakan urusan pribadi dan dinas ketika bekerja. Profesional itu juga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

“Profesional itu adalah bekerja cepat, cermat, dan tepat arahnya. Bekerja sesuai dengan kehalian. “Tapi, tetap harus bisa kerja sama dengan orang lain,” paparnya.

Ketiga, jadilah orang yang inovatif. Yakni, mampu menemukan hal baru, cara kerja baru, dan metode yang baru. “Jangan terbatas pada apa yang sudah dipelajari saat kuliah. Dunia ini tidak akan berkembang jika tidak ada orang yang inovatif,” katanya.

Prof Lincolin menambahkan, UM Surabaya selalu diperhatikan semakin berkembang. Dia pun berharap perkembangannya nanti ada program berbasis informasi. Selain itu, jurusan berbasis informasi dan elektronik harus dikembangkan pulam,” terangnya.

“Terakhir, saya berpesan agar teman-teman mengembangkan ilmu. Bagi yang S-1 lanjut S-2, bagi S-2 lanjut S-3. Ilmu harus berkembang,” tandasnya. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here