Pesan kepada Kader Muda Smamda: Ini Tangga, Naiklah Setinggi-tingginya!

0
164
Upacara pelantikan Tapak Suci Smamda di Auditorium Nyai Walidah. (Ernam/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Aktif di organisasi otonom Muhammadiyah (ortom), apalagi di tingkat sekolah, itu seperti tangga. Ini pijakan pertama, maka naiklah setinggi-tingginya.

Demikian disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo (Smamda) Moh. Ernam pada acara pelantikan bersama Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Kepanduan Hizbul Wathan (HW), dan Seni Bela Diri Tapak Suci (TS) di Auditorium Nyai Siti Walidah, Sabtu (27/2/2021). “Melanjutkan ke daerah, wilayah, sampai pusat,” papar Ernam.

Pria yang aktif di IPM sejak dari ranting hingga pusat ini berpesan, IPM harus betul-betul serius belajar menjadi pemimpin di masa depan. Serius belajar hingga betul-betul menjadi tokoh-tokoh yang bisa menentukan nasib umat.

Dia berpesan agar kekuasaan digunakan untuk memberikan kesejahteraan bagi masyarakat. Sedangkan bagi Hizbul Wathan, dia juga berpesan agar belajar nilai-nilai kemanusiaan dan pertolongan. “Saat ini belajar berkemah, pertolongan pertama, namun suatu saat harus mengibarkan manfaat bagi umat,” lanjut pria yang juga aktif di HW itu.

Bagi Tapak Suci, bapak dua anak ini menyemangati agar semua pengurus Tapak Suci menjadi atlet di level nasional dan internasional. Bahkan, jika bisa berlaga di Olimpiade, ASEAN Games, ataupun SEA games. “Saya dulu juga ikut latihan Tapak Suci, tapi baru bisa katak melempar tubuh, sirip terbang pelatihnya malah pindah,” kenangnya.

Hal terpenting bagi kader Muhammadiyah adalah mempersiapkan diri menjadi kader Persyarikatan, kader umat, dan kader bangsa. Menjadi kader persyarikatan berarti siap melanjutkan perjuangan Muhammadiyah, sedangkan menjadi kader umat adalah berupaya mewujudkan masyarakat utama seperti yang cita-citakan oleh Muhammadiyah.

“Dalam Al-Qur’an disebutkan, kuntum khoiru ummah. Kamu umat terbaik. Maka, tugas kita membawa umat ini unggul dalam ekonomi, pendidikan, dan teknologi,” tambahnya.

Sementara itu, tugas menjadi kader bangsa adalah bagaimana kader-kader ini berdiaspora menjadi pemimpin atau penentu kebijakan. “Jadillah DPR, gubernur, bahkan presiden. Tentukan nasib bangsa ini agar adil makmur dan sejahtera,” pungkasnya.

U[acara pelantikan HW Smamda di Auditorium Nyai Walidah. (Ernam/Klikmu.co)
Semi-offline

Pelantikan yang dilaksanakan semi-offline ini disiarkan melalui akun Zoom dan kanal YouTube Smamda. Bagi pimpinan harian IPM, HW, dan Tapak Suci hadir di Auditorium Nyai Walidah, sedangkan pengurus yang lain masuk di akun Zoom dan mengikuti pelantikan sesuai ortom masing-masing. Lalu anggota, siswa, guru Smamda, dan undangan menonton melalui kanal YouTube.

“Semua kita fasilitasi agar bisa terlibat dalam pelantikan bersama ini,” ujar Silwana Mumtaza, pembina IPM.

“Kehadiran pimpinan harian juga tetap atas izin orang tua. Bagi yang tidak diizinkan mengikuti upacara pelantikan dari rumah melalui akun Zoom,” tegas guru biologi ini.

Untuk menjalankan protokol kesehatan, selain pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan, semua yang hadir juga dilakukan rapid test. “Kita juga bekerja sama dengan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Smamda melakukan rapid test antibodi. “Seluruh yang hadir sekitar 35 orang kita rapid test,” tambah Silwana.

Upacar pelantikan HW dan TS dilakukan secara langsung, yaitu yang melantik dan yang dilantik berada di Auditorium Nyai Walidah. Sedangkan IPM dilantik lewat akun Zoom. Pimpinan Cabang IPM Sidoarjo tidak hadir karena alasan menjaga keamanan. (Ernam/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here