Pesan Ketua Kartar Surabaya: 4 Hal yang Harus di Perangi oleh Generasi Muda Milenial

0
215
Edukasi: H.M.Arif An Ketua Karang Taruna Kota Surabaya (berdiri) bersama syaiful Aidi (duduk) ketika acara jaring aspirasi.(Foto: Habibie)

KLIKMU.CO-Empat hal yang harus di perangi oleh Karang Taruna Kota  Surabaya yaitu tentang pengangguran, kenakalan remaja, Narkoba dan dekadensi moral.

Demikian disampaikan Ketua Karang Taruna Kota Surabaya H.M.Arif ‘An. S.H dalam Jaring Aspirasi Masyarakat masa reses tahun 2018 bersama Syaiful Aidy, S.H anggota DPRD Surabaya Komisi C dari Fraksi PAN di Panti Asuhan Muhammadiyah Kenjeran Surabaya Jl Tambak Wedi Baru No 77 Surabaya. Selasa (06/11).

“Karang Taruna kalau ditingkat RW hanya digunakan untuk agustusan setelah itu selesai. saya keliling sesurabaya dalam rangka membangkitkan anak surabaya jangan jadi pengangguran,” papar Sekretaris PDM surabaya itu.

Menurut pak sekjen, panggilan akrabnya, keempat hal ini yaitu tentang pengangguran, kenakalan remaja, narkoba dan dekadensi moral. Ketiga hal ini yang terus kami galakkan.

“Salah satu programnya adalah kami bakerjasama dengan Bapak Syaiful Aidy dalam rangka pengembangan bagaimana Karang Taruna menjadi Karang Taruna yang mandiri. Kami punya budidaya cacing di Pakal, kami punya kampung cyber di sutorejo baru. Ini adalah salah satu pengentasan pengangguran, kita harus punya usaha baru anak surabaya. Saya sedih sekali setiap hari anak muda kita membuat lamaran pekerjaan,” tutur dia menegaskan.

Menurutnya, pengembangan usaha ekonomi, kita buka usaha kecil menengah (UKM), kuliner yang bisa dikerjakan online. Usaha parkir ditangani karang taruna seperti di ngagel rejo itu. Ada pelatihan cukur rambut. Anak karang taruna harus berani bertanya kepada RT atau RW. Apakah ada pos kamlingnya yang tidak dipakai, tolong buat pangkas rambut.

“Kalau perlu karang tarunanya yang ada di RW itu punya usaha unggulan, karena sekarang ini lahan pekerjaannya semakij sedikit. Kemarin kita mou dengan pandawa dengan nasi goreng, semuanya sudah disiapkan tinnggal menjalankan saja. Ini kami lakukan dalam rangka memperkuat mental anak surabaya, jangan jadikan anak kita ini hanya menjadi penonton tetapi harus menjadi palaku atau pemain,” ajaknya.

Masih kata dia, paling banyak yang dari musyrimbang yang diusulkan got, paving. Kenapa kok tidak mengusulkan pelatihan jahid dan yang lainnya. Saya pernah mengadakan pelatiahan servise Hp satu bulan. satu hari banyak yang datang, dua hari mulai protol, satu minggu tinggal 2 orang. Oleh karena itu pak RT pak RW Jangan lelah ngurusi anak muda, jangan ngeresolo. Kalau kita lelah siapa yang ngurusi anak muda,” cerita dia. (Habibie)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here