Pesan Nasyiah Wonocolo, Hati-Hati Pasca Ramadhan!

0
112
Kader NA Wonocolo memeriksa kesehatan jamaah shalat Subuh Masjid Fastabiqul Khairot. (Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ada pemandangan tidak biasa pasca shalat Subuh di Masjid Fastabiqul Khairot Jalan Wonocolo Pabrik Kulit Nno 108. Setelah jamaah selesai shalat, para perempuan sedang menata meja dan kursi di pelataran masjid.

Beberapa saat kemudian, ketua PCNA Wonocolo menghampiri salah satu pengurus Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonocolo untuk mengumumkan bahwa Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah Wonocolo akan melakukan tes kesehatan bagi jamaah shalat Subuh.

Usai zikir serta berdoa, satu per satu jamaah masjid pun mulai mendaftarkan diri sebagai peserta untuk melakukan tes kesahatan tersebut. Adapun tes kesehatan yang disediakan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah ini meliputi tes tekanan darah, tes asam urat, tes kolesterol, dan gula darah.

“Kegiatan tersebut bertujuan agar jamaah dalam kondisi sehat saat menjalankan ibadah puasa yang sudah berjalan 18 hari di tengah pandemi Covid-19,” kata Rochima Faoqu Muamalah, ketua Cabang Nasyiatul Aisyiyah Wonocolo, Sabtu pagi tadi (1/5/2021).

Menurut dia, pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan padah bulan Ramadhan, tetapi bisa menjadi kegiatan rutin dari ortom yang besimbul padi ini.

Salah seorang jamaah, slamet (58 tahun) menyambut baik program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. Ia berharap program tersebut berjalan secara berkelanjutan.

“Barusan saya ikut cek kesehatan yang dilakukan PCNA Wonocolo. Alhamdulilah para petugas melakukan pengecekan secara profisional dan teliti meskipun hasil pengecekan tidak sesuai yang diharapkan (gula darah tinggi, Red),” ujarnya.

Setelah pengecekan darah dilakukan kepada semua jamaah dan hasilnya diberikan dalam bentuk lembaran kertas, petugas juga menyarankan agar “Hati-hati pasca Ramadhan”. Pola makan, pola istirahat, dan pola hidup harus dijalani secara wajar agar kehidupan yang sehat tercapai. Terutama  setelah satu bulan penuh berpuasa masyarakat akan merayakan Lebaran dengan mengonsumsi sejumlah makanan yang dikhawatirkan tak terkendali.

“Acap momen ini sering dijadikan sebagai ajang ‘balas dendam’ setelah menahan diri untuk mengonsumsi makanan yang bermacam-macam. Saking senangnya, banyak orang yang lupa akan kesehatannya. Jadi, mereka merasa punya hak untuk makan apa saja setelah Lebaran,” tandas Rochima. (AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here