Pesan Pengawas pada Guru SDM Dubes: Tugas Sekolah Jangan Sampai Dibawa Pulang

0
267
Ustadz Bayu Swara (kiri) dan Ustadz Drs. Sukro AS. M, Psi. MM. (baju batik) saat kunjungan di SD Muhammadiyah 12 Surabaya. (Inayatul Kholifah/Klikmu.co)
http://klikmu.co/wp-content/uploads/2018/01/iklan720.jpg

KLIKMU.CO – SD Muhammadiyah 12 Surabaya (SDM Dubes) yang beralamat di Jl Dupak Jaya V/21-29 Surabaya kedatangan tamu istimewa, Rabu (8/1/2020). Tamu itu adalah Drs Sukro AS MPsi MM, pengawas Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

Kadatangannya di SDM Dubes dalam rangka monitorig dan evaluasi (monev) kegiatan SD Muhammadiyah 12 Surabaya. Kedatangan Sukro disambut oleh Ustadz Bayu Swara Setya Saputra, kepala SD Muhammadiyah 12 Surabaya.

Ustadz Sukro mengatakan, menjadi guru di zaman sekarang harus pandai-pandai mengatur waktu. Tugas-tugas sebagai seorang guru harus diselesaikan di sekolah. Jangan sampai dibawa pulang karena nanti bisa mengganggu waktu dan aktivitas bersama keluarga.

“Pada akhirnya tugasnya tidak bisa dikerjakan, hanya dibawa. Dari sekolah dibawa pulang, dari rumah dibawa ke sekolah lagi,” jelasnya.

Selain itu, seorang guru harus menerapkan 3M, yaitu merancang, menilai, dan menindaklanjuti. Merancang adalah menyiapkan segala sesuatu yang akan diajarkan kepada siswa. Menilai adalah memberikan penghargaan terhadap segala proses dan hasil yang telah dikerjakan oleh anak didik kita.

“Menindaklanjuti adalah mengevaluasi segala hasil dari proses yang telah kita kerjakan. Apa yang kurang kita perbaiki dan apa yang sudah baik terus kita tingkatkan agar semakin baik,” tuturnya.

Ustadz Sukro juga bercerita ketika studi banding di Korea Selatan. Kehidupan di sana, menurut dia, sangat mencerminkan hidup yang islami. Mulai disiplin, sifat tolong-menolong, sampai tentang kebersihan. Ia memberikan contoh ketika makan tidak ada sisa kotoran dan jikalau ada sebutir nasi yang jatuh akan diambil.

Soal makanan, mereka juga betul-betul menjaga. Di Korea Selatan tidak ada makanan yang menggunakan garam atau minuman yang manis karena pakai gula. “Di sana garam dan gula sangat dihindari sebagai bagian dari menjaga kesehatan,” katanya.

Ustadz Bayu, kepala SDM Dubes, sangat berterima kasih atas kehadiran Ustadz Sukro yang telah memberikan motivasi agar ke depan SDM Dubes semakin baik. (Dzanur Roin/Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here