Pesan Sang Djendral: Pro & Kontra Penerapan PPKM 2021

0
536
Foto Kyai Mahsun Djayadi diambil dari dokumen pribadi sebelum masa pandemi

KLIKMU.CO

Oleh: Kyai Mahsun Djayadi*

Adalah Airlangga Hartarto (menko bidang perekonomian) atas nama pemerintah mengumumkan hasil rapat khusus terbatas yang dipimpin Jokowidodo presiden, secara resmi akan memberlakukan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai tanggal 11 sampai 25 Januari 2021, berlaku untuk pulau Jawa dan Bali. Pemberlakuan PPKM itu dimaksudkan untuk merespon perkembangan pandemic covid-19 yang semakin meningkat secara eksponensial.

Tatkala kebijakan pemerintah itu diumumkan, dengan serta-merta bagaikan genderang perang dimulai. Secara sontak memunculkan pro dan kontra antara yang setuju dan yang tidak setuju. Berbagai komentar lewat medsos, radio dan koran pun berseliweran seakan sedang terjadi huruhara social yang membahana.

Bagi yang tidak setuju dengan penerapan PPKM, mereka berpendapat Ketika PSBB diberlakukan beberapa bulan yang lalu saja perekonomian masyarakat sangat terpuruk. Dan program pemberlakuan PPKM kali ini secara substantial tidak ada bedanya dengan PSBB.

Di sebuah kanal Suara Surabaya yang tersiar pada tanggal 9 Januari 2021, secara fulgar disampaikan oleh para pendengar khususnya mereka yang bergerak di bidang usaha kecil menengah. Wong kami saat ini tidak ada PPKM saja sudah terseok-seok, kok malah akan diterapkan PPKM, apa gak kliru pemerintah ini? Mohon dikaji ulang.

Salah satu pendengar mencoba memberi alternatif jalan tengah, sebaiknya pemerintah tidak memberlakukan PPKM tetapi memaksimalkan operasi Yustisi dengan penindakan yang tegas terhadap para pelanggar protocol Kesehatan. Ini jauh lebih efektif dibandingkan dengan pemberlakuan PPKM yang ujung-ujungnya akan berdampak serius terutama perekonomian masyarakat.

Bagi fihak yang setuju penerapan PPKM berpendapat bahwa sesungguhnya kebijakan penerapan PPKM ini sudah terlambat, pemerintah kurang cepat.  Di luar negeri saja Ketika penyebaran covid-19 gelombang dua mewabah, pemerintah langsung melakukan Lockdown total. Meskipun kebijakan ini terlambat tetapi masih lebih baik daripada tidak sama sekali.

Urgensi PPKM yang sarat resiko.

Bagaimanapun kebijakan penerapan PPKM ini secara resmi sudah diumumkan dan bukan ditawarkan, sehingga bagi kita bukan meminta meninjau ulang kebijakan itu, tetapi bagaimana kita menyikapi dan mengantisipasi kebijakan tersebut secara elegan.

Memang, akibat terjadinya pro dan kontra seakan mengarah kepada situasi problematic, laksana “buah simalakama”. Bukankah sudah berkali-kali Ketika sebuah kebijakan baru akan diterapkan pasti akan berdampak efek samping baik positive maupun negative. Akan lebih elegan jika kita membiasakan mengambil yang positive nya saja dan meninggalkan yang negative.

Dalam perspektif agama (Islam) ada sebuah qaidah “Dar’ul mafasid Muqaddamun ‘ala jalbil mashalih” (menghindari kerusakan dan dampak negative harus didahulukan daripada membuat kebaikan tetapi beresiko tinggi). Jika dianalisis secara jernih sesungguhnya PPKM ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi dan memutus penularan covid-19 yang belakangan semakin meningkat. Dulu Ketika PSBB diberlakukan oleh pemerintah, juga dalam kerangka tujuan yang sama.

Akan menjadi sangat bijaksana jika kita tidak lagi mempersoalkan penerapan PPKM, apalagi kemudian ikut arus dalam debat kusir antara setuju dan tidak setuju, antara yang pro dan yang kontra. Kita husnuzh-zhon saja kepada kebijakan tersebut, sambil berusaha menekan sekecil mungkin resiko yang bakal menimpa akibat penerapan PPKM tersebut.

Yang jauh lebih penting ialah sikap disiplin kita semua dalam melaksanakan protocol Kesehatan menghadapi wabah global ini. Tanpa itu semua maka percuma saja berdebat sampai berbusa-busa hanya sekedar adu argumentasi antara yang pro dan yang kontra.

Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua, dan memberi ketahanan tubuh yang baik, semoga wabah Covid-19 ini segera berlalu.

Salam sehat.Salam tangguh.

 

*Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surabaya

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here