Petani Lokal Ini Berguru ke JATAM yang Mampu Suplai Beras Organik 5 ton Perbulan, Simak Ulasannya

0
420
Foto peserta studi melakukan salam 5 ton diambil oleh panitia

KLIKMU.CO -Kondisi pertanian yang semakin hari semakin memprihatinkan bagi petani membuat Majlis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PCM Babat terus berusaha membangkitkan daya dan upaya agar para petani warga Muhammadiyah di sekitar Babat Lamongan bisa merasakan hasil yang lebih baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Pada Ahad (30/6), rombongan MPM dan LazizMu Pimpinan Cabang Muhammadiyah Babat Lamongan berkunjung ke desa Gempol Jatianom Klaten dimana lokasi ini terdapat Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) yang dibina oleh Majlis Ekonomi dan Kewirausahaan (MEK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Klaten.

Rombongan yang dipimpin langsung oleh Eko Hijrahyanto Erkasi selaku ketua MPM PCM Babat. Turut bersama dengan rombongan ini antara lain LazizMu Babat, petani lokal, serta Hendra Sedijalaksana dari Divisi Litbang Agro Mulia sebagai lembaga yang berkerjasama dengan MPM PCM Babat dalam program pemberdayaan pertanian. Kunjungan ini bertujuan untuk belajar bagaimana MEK PDM Klaten ini bisa menggarap sektor pertanian ini bisa berjalan secara komprehensif.

“Kami sangat berharap sekali bisa mendapat informasi secara detail program pembedayaan pertanian di Klaten yang sudah bisa menghasilkan beras organik tersertifikasi Lembaga Sertifikasi Organik (Lesos) ini. Sehingga kami mampu menerapkannya juga di PCM Babat”, terang Eko.

Wahyudi Nasution selaku Ketua Majlis Ekonomi dan Kewirausahaan PDM Klaten dalam kesempatan ini menjelaskan bahwa apa yang ada desa Gempol melalui JATAM ini merupakan aktualisasi dari hasil Rakernas MPM PP Muhammadiyah yang mendorong adanya peningkatan produktivitas di sektor pertanian khususnya warga Muhammadiyah.

“Saat ini JATAM di desa Gempol ini sudah mampu menyuplai beras organik Rojolele sebanyak 5 ton per bulan untuk Universitas Muhammadiyah Surakarta, ini di luar koperasi dan lembaga lain yang kami penuhi kebutuhannya”, imbuh Wahyudi. Program pemberdayaan pertanian ini melibatkan tiga unsur lembaga, diantaranya, LazizMu sebagai funding yang menyalurkan dana ummat untuk program produktif, MPM melakukan pendampingan produksi pada petani, dan MEK yang menjalankab strategi bisnis dari hasil pasca panen.

Pada kesempatan ini hadir juga para pelaku tani organik di desa Gempol. Syatibi sebagai ketua kelompok tani JATAM menyampaikan perlunya di awal gerakan ini adalah terbentuknya suatu kelompok yang mempunyai visi yang sama dalam pertanian organik agar mudah dalam menjalankannya. Ditambahkan juga oleh Syadadi salah seorang pengurus JATAM bahwa memiliki komitmen yang kuat bersama-sama dalam perjuangan ini merupakan satu syarat mutlak untuk keberhasilannya. Selain itu menurut Rochmadi selaku koordinator petani JATAM, sinergi dengan lembaga dan pemerintah desa mutlak diperlukan untuk mempermudah program gerakan ini. ” Standard Operating Procedure (SOP) juga wajib dijalankan oleh setiap petani untuk menjaga kualitas sesuai dengan yang diinginkan.

Perjumpaan antara MPM PCM Babat dan MEK PDM Klaten ini dilaksanakan di Warung Tengkleng Seger Pak Kamto yang terkenal di Klaten ini. Pada kesempatan ini hadir juga Among Kurnia Ebo, seorang motivator strategi bisnis dari Yogyakarta yang membakar motivasi para penggerak dan pelaku pertanian organik ini agar bisa melakukan pemetaan bisnis, sehingga hasilnya semakin nyata. “Setidaknya target 5 Milyar untuk omset usaha ini bisa dicapai dengan mudah kalau semuanya bisa bersinergi dan membangun komitmen bersama”, tandas Ebo.

Acara ini ditutup dengan mengunjungi langsung gudang dan tempat produksi beras organik Rojolele di desa Gempol Jatianon Klaten.(denpeyi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here