Petani Muhammadiyah Belajar di Kebun Mangga Terlengkap di Indonesia

0
901
Peserta belajar langsung cara pembibitan tanaman mangga di IP2TP Cukurgondang, Pasuruan. (Eko Hijrahyanto Erkasi/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Para petani mangga yang tergabung dalam Jamaah Tani Muhammadiyah (Jatam) Lamongan berkesempatan mengunjungi Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IP2TP) Cukurgondang, Pasuruan, Kamis pekan lalu (1/4/2021). Kunjungan itu dalam rangka mengikuti bimbingan teknis budi daya dan pengendalian hama penyakit tanaman mangga yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian Tanaman Buah Tropika Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertanian.

Sebanyak 40 peserta dari Jatam Lamongan mengikuti dua agenda. Pertama, bimbingan teknis secara teoretis di Kebun Produksi Mangga milik IP2TP di Kraton Pasuruan. Dalam sesi ini, Affandi dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Pusat Kementerian Pementrian Pertanian menyampaikan menjelaskan secara integral semua faktor penentu keberhasilan pengendalian hama dan penyakit pada tanaman buah mangga. Dia berharap petani bisa memaksimalkan produksinya dan menambah pendapatan para petani.

Pada sesi kedua, para petani mangga Jatam Lamongan bergeser lokasi ke IP2TP Cukurgondang. Di sini mereka praktik langsung dua hal penting yang perlu dilakukan para petani: top working dan pembibitan. Acara ini dipandu langsung oleh Kepala IP2TP Cukurgondang Hendriyanto.

Pria yang kerap disapa dengan Pak Hendri ini menjelaskan, para petani mangga dapat meningkatkan produktivitas dengan melakukan top working pada pohon mangga. Yaitu, pada pohon yang sudah berusia tua, tidak produktif, atau tidak disukai dilakukan pemotongan sebagian tubuh pohon dengan maksud diremajakan kembali.

“Pada bagian pohon yang dipotong itu akan tumbuh tunas. Pada tunas yang baru ini barulah diperlakukan penggantian varietas baru yang lebih baik, sehingga produktivitas buah mangga bisa terjaga,” paparnya.

Hendriyanto menambahkan, IP2TP Cukurgondang ini merupakan kebun terlengkap yang mengoleksi aneka varietas mangga terbesar kedua setelah India. Awalnya, kebun ini didirikan oleh pemerintah Belanda pada 1941 dengan menanam 208 varietas.

“Seiring dengan berjalannya waktu, pemerintah Indonesia menambah koleksi sebanyak 110 varietas. Tidak berhenti sampai di situ saja, para peneliti dari Kementerian Pertanian terus menambahkan koleksi varietasnya dengan melakukan persilangan dan menghasilkan 163 varietas hasil persilangan,” tuturnya. Kini total koleksi varietas mangga di IP2TP Cukurgondang adalah 481 varietas.

Karsinah, salah satu peneliti IP2TP Cukurgondang, menjelaskan bahwa varietas terbaru hasil persilangan mangga arum manis-143 dan mangga saigon dari India, yang kemudian dinamakan mangga agri gardina-45. Mangga agri gardina inilah yang saat ini dibudidayakan bersama secara berjamaah oleh Jamaah Tani Muhammadiyah Lamongan.

Menurut Karsinah, keunggulan mangga agri gardina-45 antara lain bertajuk rendah atau genjah dengan produktivitas yang tinggi karena ia rajin berbuah. “Lalu, jumlah buah yang bisa dihasilkan per malai bisa mencapai 7 buah. Memiliki bobot buah rata-rata 141 gram dengan warna daging buah kuning,” ujarnya.

Kemudian, kuantitas serat yang rendah dengan rasa manis. Aroma buah nan harum dan warna kulit buah yang merah pada pangkal menambah selera untuk dikonsumsi. ”Mangga agri gardina ini juga sangat cocok dibudidayakan di wilayah perkotaan dengan menggunakan teknik tabulampot (tanaman buah dalam pot),” katanya.

Sementara itu, Anis Azhar yang merupakan pelopor budi daya mangga agri gardina berharap para petani Jatam Lamongan dapat mengangkat nama agri gardina-45 sebagai produk unggulan. Terlebih demi mengangkat perekonomian para petani.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Jatam Lamongan Muhammad Muchsin meminta para petani yang telah mendapatkan bibit mangga agri gardina-45 agar bisa menjaga dan merawat dengan baik. “Sehingga hasilnya bisa menjadikan kebahagiaan untuk kita semua,” ujarnya. (Eko Hijrahyanto Erkasi/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here