Petani Zaman Now, Ketika Mengolah Lahannya Harus Berkemajuan, Maksudnya?

0
143
Foto Ustad Nurdin Bashori Afhami ketika berbagi ilmu diambil dari dokumen panitia

KLIKMU.CO- puluhan orang memadati ruangan Masjid At-Taqwa pada hari kamis (6/12)  di Dusun Kendal kemlagi, acara yang dimulai  Pkl : 19.30 – 23.00 wib dihadiri  oleh utusan Pimpinan Ranting Muhammadiyah ( PRM)  dan organisasi  Otonom  ( ortom) se cabang Karanggeneng untuk  mengikuti  sosialiasi pertanian

Hadir dalam kesempatan tersebut bapak Sastro Harjo ketua PCM Karanggeneng, yang menyampaikan

“Kalau ingin maju, semuanya harus siap berubah (menjadi lebih baik), siapa pun anda. Termasuk para PETANI. Kalau ingin maju pengelolaan pertaniannya (sawah atau tambak), maka jangan asyik dengan pola pikir dan pola kelola lama/konvensional yg biasa-biasa saja, namun harus siap menerima cara baru, dan komitmen kelola yang luar biasa.
Hidup Petani Berkemajuan”, ujarnya  mantan dihadapan  peserta

Sementara itu bapak Rebidin ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Cabang Muhammadiyah Karanggeneng menambahkan

“kegiatan ini adalah kelanjutan dari pelatihan kemarin di desa Latukan yaitu bagaimana cara membuat kompos sekaligus prakteknya. Dan kita lanjutkan sekarang yaitu bagaimana cara pengaplikasiannya di sawah atau khususnya tambak, harapan kami semoga warga Muhammadiyah khususnya di Karanggeneng bisa memahami dan mengerti cara aquakultur atau budidaya vanami yg baik dan benar sehingga menghasilkan panen yg memuaskan”, tukasnya

Sebagai narasumber adalah Ustad Nurdin Bashori Afhami dari Duduk Sampean, Gresik,  Owner business Asia proVit dan Rabiha Tour and Travel

Dalam kesempatan tersebut beliau mengenalkan petani tambak Vanami tradisional dengan metode Aquakultur dan Probiotik.

Bagaimana langkah langkah praktis terhadap upaya menaikkan hasil vanami dlm budidaya vanami. Dan tidak hanya hasil panen vanami yang naik tapi secara kualitas menghasilkan yang toyyib. Meskipun dalam hal ini masih melibatkan pupuk kimia akan tetapi InsyaAlloh hasil panen nantinya bebas dari residu kimia.

Menurut pria yang  juga  owner Rabiha Tour and Travel ini dalam pemaparannya menuturkan

“Ada 2 fase budidaya udang vanami:  fase Nursery dan fase Grow out. Fase Nursery atau bisa disebut juga fase bayi usia antara 1-25 hari. Fase Nursery adalah masa masa kritis dan kalau sudah melewati masa masa ini InsyaAlloh, udang kita sudah sedikit aman. Karena masa fase nursery ini seperti bayi maka perlakukan lah bibit udang ini selayaknya bayi. buat kondisi udang senyaman mungkin, suhu air disesuaikan. Maka hadirkan perasaan kasih terhadap udang.

Bagaimana mengkondisikan tambak setelah panen. Pertama bakar sisa2 jerami yg sudah dipanen, setelah dibakar kalau masih ada sisa2 ikan seperti ikan betik atau ikan2 kecil yg lainnya maka harus diobati dengan saponin. Saponin adalah racun ikan yg paling mematikan yg bisa kita ubah menjadi yang bermanfaat untuk ikan atau bisa juga untuk antibiotik untuk ikan”, pungkasnya . (Ghofar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here