Pita Penghormatan UMM untuk Nakes yang Gugur Selama Pandemi

0
54
Jajaran pimpinan UMM mengenakan pita sebagai tanda penghormatan kepada nakes yang gugur selama pandemi. (Ade/KLIKMU.CO)

KLIKMU.CO – Sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut memeriahkan resepsi Milad Ke-108 Persyarikatan Muhammadiyah, Rabu (18/11/2020). Perayaan ini dilakukan melalui agenda nonton bareng (nobar) resepsi Milad 108 Tahun Muhammadiyah yang disiarkan secara langsung melalui saluran resmi Youtube Muhammadiyah. Agenda nobar dilakukan di Hall Dome UMM dengan mematuhi protokol kesehatan ketat.

Di samping itu, Kampus Putih UMM punya cara tersendiri merayakan Milad ke-108 Tahun Muhammadiyah, yakni dengan penyematan pita Merah Putih kepada seluruh peserta nobar yang hadir. Penggunaan pita ini sebagai simbolisasi penghormatan bagi ratusan tenaga kesehatan (nakes) di seluruh wilayah Indonesia yang gugur selama pandemi Covid-19.

Rektor UMM Dr Fauzan MPd di sela acara menyampaikan bahwa Milad ke-108 Muhammadiyah ini mengandung spirit bahwa seluruh kader Muhammadiyah harus menjadi solutor atau problem solver terhadap persoalan-persoalan bangsa. Khususnya menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Jadi, sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah di bidang pendidikan, maka Universitas Muhammadiyah Malang memiliki kewajiban untuk turut serta memberikan solusi terhadap persoalan-persoalan bangsa ini,” ungkap Fauzan.

Tentu harapannya, lanjut Fauzan, dalam perjalanan menyongsong kehidupan kedepan tentu kader Muhammadiyah harus lebih meningkatkan peran-peran strategis dan memiliki kebermanfaatan yang lebih luas untuk masyarakat Indonesia. Hal itu sebagaimana yang tertuang dalam semboyan Kampus Putih, “UMM, dari Muhammadiyah untuk Bangsa”.

Di sisi lain, dalam pidato Milad ke-108 Tahun Muhammadiyah, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Haedar Nashir MSi menyatakan bahwa warga Muhammadiyah harus tetap bersemangat dalam usaha-usaha memajukan dan menyelesaikan masalah bangsa seberat apapun.

Ditegaskan Haedar, di tengah pandemi Covid-19 dan masalah negeri, segenap keluarga, kader, dan pimpinan Muhammadiyah diharapkan terus memupuk ghirah dalam gerakan organisasi serta mengembangkan dan menjalankan peran keumatan dan kebangsaan sesulit apapun situasi yang dihadapi.

“Bukalah pandangan positif, bukalah cakrawala luas dan penuh optimisme. Yakinlah, terdapat kuasa dan rahasia Tuhan di tengah masalah yang dihadapi seberat apapun. Jalan ruhaniah bagi kaum beriman setelah berikhtiar adalah mengembalikan urusan kepada Allah SWT yang Maha Rahman dan Maha Rahim. Faidza ‘azamta fatawakal ‘alallah,” kata Haedar.

Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo juga turut menghadiri agenda ini secara virtual. “Atas nama masyarakat, bangsa dan negara saya ucapkan selamat Milad ke-108 kepada Persyarikatan Muhammadiyah. Usia yang telah banyak diisi oleh Muhammadiyah dengan banyak karya dan kontribusi, dengan pengabdian yang ikhlas dan sungguh-sungguh yang semakin kuat dan kokoh bersama waktu,” kata Joko Widodo dalam pidato sambutannya. (Ade/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here