Polemik Mobil Tes PCR, Pemkot-Pemprov Diminta Kompak dan Kedepankan Kepentingan Rakyat

0
289
Tri RIshamaharini dan Khofifah Indar Parawansa. (Surya Tribunnews)

KLIKMU.CO – ”Saya dibilang gak bisa kerja. Siapa yang gak bisa kerja sekarang? Kalau ngawur nyerobot gitu, siapa yang gak bisa kerja?” kata Tri Rismaharini, wali kota Surabaya, tampak emosional dalam sebuah video yang beredar viral. Risma menganggap mobil tes PCR bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diserobot Pemprov Jatim dan dikirimkan ke daerah lain, yakni Lamongan dan Tulungagung.

“Teman-teman lihat sendiri kan, ini bukti permohonan saya dengan Pak Doni. Jadi, ini saya sendiri yang memohon (terkait bantuan mobil PCR) kepada beliau. Kasihan pasien-pasien yang sudah menunggu,” kata Risma.

Namun, Pemprov Jatim berpendapat lain. Menurut mereka, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim melalui Gugus Tugas Covid-19 telah jauh-jauh hari mengajukan bantuan ke pusat. Surat tersebut tertanggal 11 Mei 2020. Artinya, lebih cepat dari surat pengajuan bantuan dari Pemkot Surabaya yang beredar, yakni 22 Mei 2020.

Pemprov Jatim menganggap mobil bantuan itu tidak hanya diberikan untuk Surabaya, tetapi ditujukan secara umum untuk Jawa Timur. Oleh karena itu, mereka berhak memilih mana yang diprioritaskan dapat lebih dahulu.

“Mobil lab ini tidak hanya untuk Surabaya, tetapi untuk kota lain seperti Sidoarjo. Ini juga ada beberapa. Kenapa juga Tulungagung, karena di sana juga membutuhkan bantuan karena kapasitas swab yang perlu dilayani. Di Tulungagung PDP tertinggi nomor dua di Jatim dengan 558 pasien, di mana terdapat 172 pasien meninggal berstatus PDP belum di-swab,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur Suban Wahyudiono sebagaimana diberitakan Merdeka.com, Jumat (29/5/2020).

Risma tunjukkan WA dari Doni Monardo, Pemprov Jatim beber bukti surat. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

Sementara itu, apabila dilihat prioritasnya, sebetulnya Surabaya lebih mendapat prioritas mengingat angka persebaran Covid-19 terus naik. Ketua MCCC Surabaya M. Arif An menuturkan, sebenarnya mobil tes PCR harus diutamakan untuk Surabaya. Sebab, Covid-19  di Surabaya terus naik.

Menurut dia, wajar kalau Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini marah. ”Hal semacam ini sebenarnya disudahi. Kalau hubungan pemerintah provinsi dan kota tidak selaras, membingungkan masyarakat. Jangan sampai ini ada kepentingan lain untuk saling menjatuhkan. Katanya Surabaya kalau tidak ditangani seperti Wuhan. Bahasa ini yang disampaikan dr Joni (Gugus Tugas Jatim) juga tidak elok dan membuat rakyat resah,” ujarnya kepada KLIKMU.CO Jumat (29/5/2020).

”Pemkot dan pemprov kita dorong harusnya kompak. Kedepankan kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Arek-Arek Suroboyo (PAS) Kusnan mengkritik kebijakan Pemprov Jawa Timur yang dianggap mengalihkan penggunaan mobil laboratorium tes PCR dari Surabaya ke daerah lainnya.

Sesuai dengan kesepakatan, Kusnan menganggap Surabaya mendapat jadwal penggunaan mobil laboratorium yang sangat berguna untuk mempercepat dan memperluas pengetesan Covid-19 tersebut.

”Ini sering banget sepertinya Pemprov Jatim ya dalam tanda kutip mengerjai Surabaya. Ada apa sih sebenarnya? Surabaya sering dipojok-pojokkan gitu oleh para pejabat Pemprov Jatim. Ini Pemprov Jatim mau mikir penanganan Covid-19 atau mau mikir pengen seolah-olah sok jago?” katanya sebagaimana dikutip Lensaindonesia.com, Jumat (29/5/2020).

Kusnan mengatakan, sebelumnya Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas COVID-19 Jatim dr Joni Wahyudi menyebut Kota Surabaya bisa menjadi “Wuhan baru”.  “Nah, kalau tahu posisi Surabaya sebagai episentrum utama Jatim, kenapa tidak jadi prioritas? Kok malah mobil tes PCR dipindah?” tegas Kusnan. (Achmad San)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here