Polemik Tanah untuk Pemuda Muhammadiyah, Nugraha Hadi Kusuma: Tepat dan Wajib Kita Support

0
1714
Foto penulis diambil dari dokumen pribadi

KLIKMU.CO-

Oleh: Nugraha Hadi Kusuma*

Pemberian hak konsesi lahan eks HPH yang merugikan negara kepada Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah seluas 19.685 ha membikin banyak orang terhenyak kaget dan seakan tidak percaya.

Ada empat reaksi netizen terkait fakta ini,

Pertama, heran kok bisa PP pemuda Muhammadiyah mendapatkan konsesi lahan TORA atau Tanah Objek Reforma Agraria.

Kedua, iri artinya kenapa pemuda Muhammadiyah yang dapat kok bukan si anu atau para pemilik modal besar.

Ketiga, menggugat, bahwa tanah seluas itu diberikan pengelolaan nya kepada pemuda Muhammadiyah kok tidak diberikan kepada rakyat saja.

Keempat, bersyukur dan mensupport, nah yang keempat ini termasuk saya, ini keberhasilan gerak kenegarawanan kader kader muda Muhammadiyah, loby dan pembuktian pada level apapun yang muaranya pada dakwah persyarikatan harus dilakukan dan kita dukung dengan baik melalui sinergi antara AMM dengan majelis yang ada di Muhammadiyah, insyaallah efeknya dahsyat.

Memahami Reformasi agraria

Reforma agraria atau disebut juga pembaruan agraria adalah proses restrukturisasi (penataan ulang susunan) kepemilikan, penguasaan, dan penggunaan sumber-sumber agraria (khususnya tanah).

Dalam praktiknya, terdapat tiga persoalan pokok dalam melaksanakan reforma agraria;

pertama ketimpangan penguasaan tanah negara,

kedua timbulnya konflik agrarian yang dipicu tumpang tindihnya kebijakan distribusi lahan pada masa lalu,

ketiga timbulnya krisis sosial dan ekologi di pedesaan.

Terkait tiga persoalan pokok tersebut, maka pemerintah merasa perlu untuk melakukan reforma agraria yang bertujuan,

Satu mengurangi kemiskinan,

kedua menciptakan lapangan kerja,

ketiga memperbaiki akses masyarakat kepada sumber-sumber ekonomi terutama tanah,

keempat menata ulang ketimpangan penguasaan pemilikikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dan sumber-sumber agraria,

 

kelima mengurangi konflik dan sengketa pertanahan dan keagrariaan,

keenam memperbaiki dan menjaga kualitas lingkungan hidup,

ketujuh meningkatkan ketahanan pangan dan energi masyarakat.

Dengan memahami ini langkah kita harus tegas, yaitu dampingi, arahkan dan dukung dengan segala kekuatan ekonomi Muhammadiyah, 19 ribu hektar lebih bukanlah sesuatu yang main main apalagi pengalihan itu dari pengelola sebelumnya yang merugikan negara, maka ini saatnya membuktikan sinergi dan empowerment tengah berlangsung di Muhammadiyah, jangan mundur amankah amanah bangsa dan negara ini dengan baik. Sebagaimana frasa yang selalu digunakan untuk menutup surat di Muhammadiyah, Nasrunminnallah wa Fatkhun qarib, pertolongan dari Allah dan kemenangan sudah dekat, insyaallah amanah ini berkah dan manfaat

*Aktivis Sosial tinggal di Malang.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here