Pos Bantuan Hukum Aisyiyah Siap Layani Masyarakat di Daerah-Daerah

0
141
Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Dr Siti Noordjannah Djohantini MM MSi saat memberikan arahan kepada para peserta Bimbingan Teknis Pelaksanaan Proses Akreditasi Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Aisyiyah. (Suri/Klikmu.co)

KLIKMU.CO – Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah Dr Siti Noordjannah Djohantini MM MSi hadir memberikan arahan kepada para peserta Bimbingan Teknis Pelaksanaan Proses Akreditasi Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Aisyiyah yang digelar secara daring, Sabtu (20/2/2021). Kegiatan itu mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Posbakum Aisyiyah untuk Keadilan Setara di Indonesia.

Menurut  Noordjannah, dakwah Aisyiyah di bidang hukum sudah menjadi keniscayaan. Baik melalui posbakum maupun komunitas dengan menggiatkan gerakan kesadaran hukum. “Posbakum Aisyiyah memiliki fungsi untuk bisa mewadahi dan memberikan layanan bimbingan untuk keadilan, tetapi gerakan sosial kesadaran hukum menjadi bagian yang sangat penting.” ujarnya.

Oleh karena itu, Noordjannah mendorong Majelis Hukum dan HAM di tingkat wilayah maupun daerah giat meningkatkan kesadaran hukum bagi masyarakat. “Selain menginisiasi posbakum di daerah-daerah yang belum ada, saya juga mengajak bagaimana posbakum yang sudah ada dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesadaran hukum karena masyarakat luas mendambakan kehadiran kita di tingkat grass root, yakni di tingkat komunitas, cabang, maupun ranting,” jelas istri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir tersebut.

Noordjannah menambahkan, sejumlah kasus hukum yang melibatkan perempuan dan anak selama ini tidak pernah terungkap dengan baik. Ini banyak terjadi di tingkat bawah karena berbagai alasan. “Bisa jadi karena faktor budaya, rasa takut tidak berani menyampaikan, maupun kesalahan cara pandang agama. Di sinilah dakwah Aisyiyah dan osbakum menjadi salah satu di antara tugas-tugas Aisyiyah yang harus terus dikuatkan,” paparnya.

Peningkatan kesadaran hukum masyarakat ini,  lanjut Noordjannah, dapat dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya adalah kursus singkat kesadaran hukum bagi perempuan. Pesertanya bisa dari berbagai kalangan, termasuk ibu rumah tangga.

“Ini bisa diinisiasi dengan mengajak kerja sama teman-teman di perguruan tinggi Aisyiyah-Muhammadiyah, para perempuan yang ahli hukum untuk terlibat dalam Majelis Hukum Aisyiyah. kalau kita diberi amanah, kita harus melakukan dengan baik,” terangnya. (Suri/AS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here