Potret Buram Legislator Kota Malang, Pengamat Politik Kedai Jambu Institute: Akibat Mahalnya Ongkos Politik

0
219

KLIKMU.CO – Sebanyak 41 Legislator Kota Malang ditangkap pihak anti rasuah. Nyaris semua anggota DPRD Kota tersebut digelandang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan resmi menyandang rompi oranye. Mereka tersangkut kasus dugaan suap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perumahan (APBDP) Kota Malang 2015. Kini anggota dewan menyisahkan 4 orang, itupun 2 anggota lainnya sedang sakit. Komplit sudah, lumpuh.

Menurut pengamat politik Kedai Jambuh Institute, Abdus Salam, S.Sos., M.Si bahwa potret buram tersebut merupakan buntut gagalnya parpol dalam mengedukasi kader politiknya.

Bagi Salam, dalam sistem politik terribal atau barbar dengan ongkos politik yang tidak sedikit menjadi faktor perilaku serampangan anggota dewan tersebut.

Sistem politik sekarang ini, imbuh Salam seakan menyandera setiap anggota Dewan. Dalam artian, mahalnya biaya maka mereka berupaya untuk mengeruk modal untuk kontestasi atau mengembalikan modal yang dihabiskan saat kampanye sebelumnya.

“Karena itu setiap partai jangan bosan-bosan melakukan pendidikan politik, baik internal partai atau kepada masyarakat umum,” katanya kepada KLIKMU.CO, Selasa (4/9) siang.

Salam sendiri sepakat dengan sistem proporsional tertutup. Supaya parpol yang memilih kader terbaiknya. Meski, lanjut Salam ada sisi kelemahannya seperti rekam jejaknya tidak diketahui khalayak umum. Juga resiko oligargi parpol tidak bisa dihindari.

Sementara itu, mantan Ketua PWPM Jawa Timur juga Ketua Kajian Kebon Jambu, M. Khoirul Abduh, M.Si mengatakan, maraknya korupsi dilatarbelakangi mentalitas personal tidak amanah.

“Korupsi tidak bisa ditekan, sebab bagaimanapun mereka (Caleg) ingin balik modal. Juga mereka punya hutang pada pemodal atau cukong politik,” kata Abduh, yang mana sistem plutokrasi membutuhkan biaya tinggi. (Dul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here